Strategi Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul
Beranda / Event Acer / ASSA 2022 / Strategi Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul

Strategi Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul

Strategi Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul

Untuk menjadi sekolah yang unggul, sekolah perlu memperhatikan beberapa strategi dan beberapa point penting. Strategi dan point penting ini disampaikan oleh Yeni Castriyani S, Pd., Gr. dalam webinar Jelajah Ilmu Academy berjudul “Strategi Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul”, beliau merupakan kepala sekolah SD Ar Rafi, Bandung yang juga merupakan pemenang Acer Smart School Award 2021 kategori school of the year.

Dalam webinar tersebut, Yeni Castriyani S, Pd., Gr menyampaikan beberapa hal seperti bagaimana ciri sekolah unggul hingga bagaimana langkah membangun tim pengembangan sekolah unggul yang bisa diterapkan oleh seluruh sekolah di Indonesia. 

Ciri Sekolah Unggul

Disebutkan di dalam buku Manajemen Pendidikan Mutu Berbasis Sekolah yang ditulis oleh dr. Hari Sudrajat, yaitu seorang konsultan pendidikan internasional sekaligus Ketua Yayasan Ar Rafi, bahwa sekolah unggul adalah sekolah bermutu yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Quality in fact 
    Quality in fact merupakan sebuah pengukuran kelulusan, dimana kemampuan lulusan suatu sekolah dinilai berdasarkan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Fakta menunjukkan bahwa lulusan sekolah tersebut memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diterapkan dalam kurikulum. Standar yang dipakai dalam pengukuran quality in fact ini adalah standar proses dan pelayanan, yaitu yang sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan. 
  2. Quality In Perception
    Dalam Quality in Perception, sekolah mampu memenuhi selera dan kebutuhan siswa dan orang tua. Sekolah bisa memberikan apa yang dibutuhkan oleh siswa dan orangtua, sehingga dapat meningkatkan keinginan, minat dan kebutuhan mereka terhadap sekolah. Standar yang dipakai dalam quality in perception yaitu kepuasan, yang bisa dilihat dari jumlah peserta didik yang mendaftar ke sekolah, kemudian sejauh mana kepercayaan orang tua.
  3. Quality In Perception
    Zero Defect berarti bahwa sekolah tidak boleh ada kesalahan dalam perencanaan. Jadi ketika merencanakan, sekolah harus merencanakan sesempurna mungkin, seperti tujuan, acuan yang benar-benar sesuai standar yang diinginkan. Ketika sekolah salah dalam merencanakan, maka itu sama dengan merencanakan 50% kegagalan. 
  4. Continuous improvement
    Continuous improvement adalah peningkatan dan perbaikan yang berkesinambungan tiada henti yang mengarah kepada kemajuan yang lebih baik dan lebih unggul. Ketika sekolah sudah memiliki lulusan yang bagus, dari persepsi orang tua dan siswa juga sudah bagus, kemudian perencanaan sudah baik, maka sekolah tetap harus melaksanakan peningkatan dan perbaikan agar tetap menjadi sekolah yang unggul. 
  5. Continuous improvement
    Sekolah yang unggul adalah sekolah yang eksis. Terkadang kita pernah mendengar dulu terdapat sekolah di satu tempat, tapi sekarang sekolah tersebut sudah tidak ada lagi. Sekolah yang eksis umur sekolahnya bisa mencapai puluhan tahun bahkan disaat pendiri sekolah sudah tiada namun sekolahnya masih tetap eksis.

Langkah Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul

Strategi membentuk tim pengembangan sekolah unggul adalah suatu cara sebagai upaya yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan sekolah unggul. Dan untuk membangun tim, berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Continuous improvement
    Dalam membentuk struktur tim ini, tidak semua langkah-langkah sama. Jadi di setiap lembaga-lembaga pasti berbeda-beda. Biasanya secara umum ada tim pengarah yang terdiri dari manajemen tingkat atas seperti kepala sekolah dan juga di manajemen, kemudian ada perancang tim yang merupakan tim lintas sektoral dan mencakup semua tim. Jadi walaupun di sekolah ada guru dan staf, tapi semua bisa dirancang menjadi sebuah tim. Ada tim pengarah, perancang tim, pemimpin kemudian tentu saja di dalam pembentukan itu ada diskusi.
  2. Continuous improvement
    Mengumpulkan Informasi di sini seperti memperoleh informasi tentang bagaimana karakter setiap anggota tim. Tujuannya adalah agar bisa menjadikan tim yang solid. Pengumpulan informasi ini bisa dimulai dari penilaian dari anggota kelompok untuk mengetahui karakter, kemudian mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki anggota yang biasanya diperoleh melalui hasil survei dan wawancara.
  3. Continuous improvement
    Untuk kebutuhan yang bersifat membangun tim, berarti termasuk kebutuhan bersama, dan hal ini bisa didiskusikan secara terbuka. Kemudian tim bisa mencoba menginterpretasikannya melalui proses, yang nantinya bisa ditemukan sejumlah kebutuhan, kekuatan yang dimiliki sekolah, lalu kemudian bisa dikembangkan. Sedangkan ketika dari hasil informasi itu ada kelemahan yang harus segera diatasi, sekolah bisa mencari titik temu untuk mengatasinya. 
  4. Merencanakan sasaran dan menetapkan pencapaian
    Setelah informasi dan kebutuhan, sekolah bisa merencanakan apa tujuan yang akan dicapai. Sehingga semua isu-isu yang ada di sekolah bisa dikumpulkan, dirangkum, dibicarakan kebutuhan-kebutuhannya, kekuatan dan kelemahannya. Nantinya sekolah bisa merencanakan apa yang akan dilakukan berikutnya. 
  5. Mengembangkan keterampilan
    Dalam pembangunan tim kerja ini akan memusatkan kegiatan untuk pengembangan keterampilan, menciptakan tim yang berkinerja tinggi. Seperti halnya seorang atlet sepak bola ketika dia bermain dalam tim, dia tidak bisa jago sendiri dan harus tim yang melaksanakan bersama-sama. Konsep ini pun bisa diterapkan di dunia pendidikan.

Itulah beberapa hal terkait strategi membangun tim pengembangan sekolah unggul yang disampaikan oleh Yeni Castriyani S, Pd., Gr. Bagi Anda yang tertarik mengikuti Acer Smart School Award, Anda bisa melihat seperti apa keseruan program ini mulai dari video pembekalan dari para narasumber hingga video presentasi para finalis dengan mengunjungi website https://www.acersmartschool.id/ dan YouTube Acer Indonesia.