Tujuan, Indikator, dan Cara Melakukan Penilaian Kinerja Guru saat PJJ
Beranda / Edukasi / Tujuan, Indikator, dan Cara Melakukan Penilaian Kinerja Guru saat PJJ
Tujuan, Indikator, dan Cara Melakukan Penilaian Kinerja Guru saat PJJ

Tujuan, Indikator, dan Cara Melakukan Penilaian Kinerja Guru saat PJJ

Sudah menjadi rahasia umum bahwa guru memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Ini karena komitmen, kualitas, dan kompetensi guru sangat berpengaruh dalam efektivitas pembelajaran di ruang kelas. Namun, pandemi COVID-19 telah merubah sistem pembelajaran tradisional yang selama ini dilakukan di sekolah. 

Apabila dulu pembelajaran dilakukan di dalam ruang kelas dengan guru yang mengajarkan secara langsung, kini pembelajaran dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna menghindari penyebaran COVID-19. 

Perubahan sistem pembelajaran ini kemudian merubah hampir seluruh aspek pendidikan, salah satunya adalah kinerja guru. 

Setelah sekitar dua tahun sistem pembelajaran jarak jauh dilaksanakan, sudah saatnya penilaian kinerja guru dilakukan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa selama belajar di rumah.

Baca Juga: Bagaimana Mengimplementasikan E-Leadership dalam Pendidikan?

Pentingnya Melakukan Evaluasi Terhadap Kinerja Guru

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwasanya guru memainkan peranan penting dalam dunia pendidikan. Di saat yang bersamaan, guru juga memiliki hubungan yang erat dengan pembelajaran dan siswa.

Oleh sebab itu, setidaknya ada dua alasan yang menjadi tujuan untuk melakukan penilaian kinerja guru. Berikut adalah tujuan penilaian kinerja guru:

  1. Kualitas Guru Berkaitan Dengan Pembelajaran Siswa

Alasan pertama karena kualitas guru sangat berkaitan dengan pembelajaran siswa. Kualitas dan kompetensi yang dimiliki seorang guru dapat mempengaruhi suasana kelas dan efektivitas pembelajaran.  

Ini kemudian menjadi alasan utama untuk mengembangkan, menerapkan, dan melanjutkan upaya untuk meningkatkan evaluasi guru.

Di sisi lain, guru juga harus bertransformasi untuk menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring, di mana evaluasi kinerja guru sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja guru itu sendiri.

  1. Akuntabilitas Guru

Evaluasi dan penilaian kinerja guru merupakan bagian dari akuntabilitas seorang guru sebagai tenaga pendidik.

Harapannya proses evaluasi itu sendiri dapat meningkatkan praktik guru dan meningkatkan efektivitas, serta peningkatan belajar dan prestasi siswa.

Dengan demikian, evaluasi terhadap kinerja guru sangat dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan pembelajaran siswa, khususnya saat pembelajaran jarak jauh.

Indikator Penting dalam Melakukan Penilaian Kinerja Guru

Dalam sistem penilaian kinerja guru umumnya terdapat sejumlah indikator kinerja guru yang dapat mendeskripsikan bagaimana kinerja para guru selama proses pembelajaran. 

Indikator tersebut dapat berisikan penilaian terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), prosedur pembelajaran, atau hubungan antar pribadi yang biasanya dilakukan di dalam kelas.

Namun, indikator kinerja guru dulu dan sekarang dapat berbeda. Mengingat pembelajaran jarak jauh dilakukan guna menyesuaikan sistem pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

Berikut adalah indikator penting dalam penilaian kinerja guru saat pembelajaran jarak jauh:

  1. Pemahaman Siswa

Dalam indikator ini, kinerja guru dapat dinilai berdasarkan proses pembelajaran dan pemahaman siswa selama di kelas.

Setiap siswa harus dapat memahami bagaimana setiap unit pembelajaran akan berkembang, dan kapan mereka perlu mengakses setiap bagian dari pelajaran.

Jika siswa dapat memahami struktur pelajaran dan memiliki kecepatan belajar yang baik, maka guru tersebut dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik.

Baca Juga: Transformasi Digital dan Perannya dalam Pendidikan di Indonesia

  1. Keaktifan Siswa

Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja guru. 

Pasalnya siswa harus memiliki kesempatan untuk merenungkan tentang apa yang baru saja mereka pelajari, dan mengajukan pertanyaan melalui percakapan kolaboratif dengan teman dan guru mereka.

  1. Rencana Pembelajaran

Setiap pelajaran harus dipersiapkan dengan baik sebelum sesi pembelajaran virtual dilakukan. Instruksi yang diberikan juga harus selaras dengan standar yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan.

Hal Ini karena rencana pembelajaran merupakan salah satu faktor penting yang mendorong kesuksesan dan efektivitas pembelajaran. Untuk itu, rencana pembelajaran menjadi salah satu indikator penilaian kinerja guru yang tidak boleh dilewatkan.

  1. Lingkungan

Lingkungan pembelajaran siswa selama kelas virtual juga menjadi salah satu indikator penilaian kinerja guru yang harus diperhatikan. Siswa perlu merasa bahwa mereka didukung selama berada di ruang kelas virtual. 

Untuk itu, guru harus memberikan pelatihan yang memadai untuk membantu siswa memahami cara menggunakan alat pembelajaran virtual dan menyimpan semua informasi pembelajaran di satu tempat. Sehingga siswa dapat dengan mudah menavigasi kelas virtual mereka.

Di sisi lain, guru juga perlu memberikan pesan yang mendorong agar siswa tetap termotivasi saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Itu dia beberapa indikator penting dalam penilaian kinerja guru selama pembelajaran jarak jauh. Indikator-indikator tersebut dapat dinilai berdasarkan tingkat kecakapan guru selama mengajar, seperti tidak efektif, efektif, atau sangat efektif.

Tips dan Metode Terbaik Mengevaluasi Kinerja Guru

Metode terbaik untuk mengevaluasi kinerja guru adalah metode yang mengarah pada perbaikan dalam praktik pembelajaran, peningkatan ukuran pembelajaran dan prestasi siswa, peningkatan retensi guru yang efektif, serta peningkatan kinerja guru yang lebih rendah.

Salah satu studi yang mengarah kepada aspek-aspek di atas adalah Measures of Effective Teaching (MET) atau Ukuran Pengajaran yang Efektif yang didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation. 

Dalam studi tersebut diketahui bahwa metode evaluasi yang mencakup perhitungan nilai tambah dan faktor lainnya, termasuk ruang kelas observasi dan survei siswa, merupakan metode pengukuran kualitas guru yang paling stabil.

Metode yang efektif akan melahirkan kondisi di mana guru dan kepala sekolah berkolaborasi untuk menciptakan ruang bagi kepala sekolah, agar dapat memberikan umpan balik yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti oleh guru. 

Dalam masa pembelajaran jarak jauh, metode efektif yang paling efektif untuk penilaian kinerja guru dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Sebelum melaksanakan pembelajaran daring, guru dan kepala sekolah dapat bersama-sama mengidentifikasi tujuan dan sasaran rencana pembelajaran.
  • Guru kemudian menyiapkan webcam agar siswa dan kepala sekolah dapat menonton proses mengajar yang dilakukan secara virtual.
  • Selain itu, guru juga perlu menggunakan headset agar kepala sekolah dapat memberikan umpan balik dan saran secara langsung selama pembelajaran dilaksanakan.
  • Proses pembelajaran direkam sehingga guru dan kepala sekolah dapat saling berdiskusi setelahnya, dan dapat menemukan lebih banyak peluang untuk perbaikan. Kemudian rekaman juga dapat dibagikan kepada guru lain untuk memberikan wawasan baru dan membantu guru melihat peningkatan mereka dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Konsep Smart School dan Penerapannya di Indonesia

Itu dia cara-cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penilaian kinerja guru saat pembelajaran jarak jauh.

Perlu diingat bahwa evaluasi kinerja guru dan observasi kelas virtual tidak boleh dilakukan hanya dalam waktu satu kali saja. Ini perlu dilakukan secara berkala untuk melihat bagaimana perkembangan guru, siswa, dan sistem pembelajaran kedepannya. 

Selain itu, evaluasi dan observasi yang dilakukan secara rutin juga dapat memberikan umpan balik yang konsisten, sehingga meningkatkan kinerja guru selama proses pembelajaran. Hal ini tentunya tidak hanya dapat membantu perkembangan kinerja guru saja, namun juga membantu perkembangan siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Dengan demikian, melalui hasil penilaian kinerja guru, maka guru dan siswa dapat secara bersama-sama bertranformasi untuk menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran baru yang kaya akan disrupsi teknologi seperti di masa pandemi ini.