Persiapan Sekolah Tatap Muka yang Harus Dilakukan
Beranda / Edukasi / Persiapan Sekolah Tatap Muka yang Harus Dilakukan
Persiapan Sekolah Tatap Muka yang Harus Dilakukan

Persiapan Sekolah Tatap Muka yang Harus Dilakukan

Sekolah tatap muka kembali diberlakukan serentak  di Indonesia mulai Juli 2021. Rencana pemberlakukan sekolah tatap muka dengan aturan better normal ini berlaku pada beberapa daerah terutama kawasan pelosok yang sulit menerapkan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menanggapi hal tersebut, banyak pihak melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kembalinya para murid ke sekolah.

Aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas ini akan diberlakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan. Di samping itu, penyelenggaraan sekolah tatap muka menjadi sebuah tantangan bagi pengelola sekolah, terutama dalam menyiapkan pembelajaran yang aman dan bermakna. Hal itu tentu tidak mudah karena di masa pandemi, pembelajaran tatap muka harus menjamin keamanan murid dan guru.

Lalu, bagaimana menghadapinya? Berikut penjelasan tips persiapan sekolah tatap muka yang bisa dilakukan sekolah, murid, maupun orang tua murid.

Persiapan Sekolah Tatap Muka oleh Sekolah

Sebelum memberlakukan pembelajaran tatap muka, sekolah harus terlebih dahulu menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mempersiapkan sarana serta prasarana pendukung bersama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. 

Apa saja persiapan sekolah tatap muka yang bisa dilakukan para guru di sekolah? Simak berikut ini.

1. Lakukan Koordinasi

Terdapat izin dari tiga pihak yang menentukan sekolah tersebut boleh melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Mereka adalah pemda/kanwil, kepala sekolah, dan perwakilan orang tua melalui komite sekolah. 

Meski diizinkan oleh pemerintah, pihak wali murid/orang tua tetap memiliki hak untuk memutuskan apakah anaknya boleh datang ke sekolah atau tidak. Maka dari itu, diskusi dengan dengan komite sekolah dilakukan sebagai upaya mendapatkan dukungan dalam pembukaan sekolah tatap muka.

2. Sosialisasi

Tujuan sosialisasi yang dilakukan pihak sekolah untuk mendengar pendapat orang tua mengenai pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Selain itu, memastikan orang tua mempersiapkan anaknya untuk mematuhi protokol kesehatan saat kembali belajar di sekolah. Bila ada orang tua yang keberatan, sekolah perlu mempersiapkan pembelajaran untuk sang anak, seperti kelas daring, atau luring dengan jumlah murid terbatas.

3. Siapkan Sarana & Prasarana Protokol Kesehatan

Sekolah perlu mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung protokol kesehatan. Di antaranya sanitasi dan kebersihan, kesiapan menerapkan masker dan memiliki thermogun, serta fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. 

Tidak hanya itu, perlu menerapkan peraturan pembelajaran di sekolah yang disertai kesepakatan dengan orang tua, seperti peraturan mengantar dan menjemput anak, pengaturan jarak tempat duduk, pembatasan jumlah siswa per kelas, dan sebagainya.

4. Pentingnya Simulasi dan Pemetaan

Simulasi penting sebagai upaya persiapan dalam mempersiapkan mental belajar tatap muka di sekolah. Tahapan ini harus diikuti kepala sekolah, guru, maupun tenaga pendidik agar memahami protokoler kesehatan sebagai warga sekolah.

Selain itu, sekolah juga harus memiliki pemetaan warga sekolah yang detail, kerjasama dengan puskesmas atau dinas kesehatan setempat. Beberapa yang perlu diperhatikan, yakni orang yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, tidak memiliki akses transportasi yang aman, dan riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi.

5. Bentuk Satgas Belajar Tatap Muka

Warga sekolah harus memahami bahwa kegiatan belajar tatap muka di masa pandemi berbeda dengan belajar di masa normal. Tentu, perbedaan ini berpengaruh pada efektivitas belajar serta risiko yang akan dihadapi murid. Maka sekolah perlu membentuk tim satgas pembelajaran tatap muka serta tim Monev yang tergabung dalam Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Gabungan tim tersebut berhak membuat jadwal murid yang hadir di sekolah, baik jadwal tatap muka maupun pembelajaran daring.

6. Jadwal Terintegrasi

Jadwal yang dipersiapkan harus ada kesepakatan dengan orang tua karena akan berkaitan dengan waktu antar-jemput dan jadwal pelajaran (tatap muka/online). Jadwal tersebut sudah harus terintegrasi dengan kegiatan murid. Seperti pembelajaran teori yang bisa dilakukan secara online, sementara pembelajaran praktik dilakukan secara tatap muka. Hal ini membuat pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring terintegrasi dengan baik.

Baca Juga: 10 Cara Mendampingi Murid Belajar Mandiri

Persiapan yang Bisa Dilakukan oleh Murid

Sudah berbulan-bulan menjalani pembelajaran daring, tentu ada kekhawatiran ketika bertemu banyak orang saat kondisi sekolah tatap muka. Maka dari itu, murid juga perlu mempersiapkan diri saat kembali ke sekolah dengan aman.

1. Wajib Mematuhi Protokol Kesehatan

Di mana pun, mematuhi protokol kesehatan jadi aturan pertama yang wajib diikuti, termasuk di sekolah. Caranya dengan memakai masker mulai dari keluar, selama berada di sekolah, hingga kembali pulang ke rumah. Masker yang dikenakan murid harus masker kain non medis tiga lapis dan di dalamnya dapat diisi tisu dan harus diganti setiap 4 jam.

Selain itu sesering mungkin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Kemudian, selalu pastikan untuk tidak menyentuh bagian wajah. Untuk itu, pihak sekolah harus menyediakan wastafel berikut sabunnya dan hand sanitizer di beberapa tempat.

2. Membawa Bekal Sendiri

Sekolah tatap muka juga memberikan aturan baru bagi para murid untuk membawa bekal sendiri, atau setidaknya botol air minum. Dianjurkan juga untuk tidak berbagi alat makan dan makanan kepada teman-teman di sekolah. Penerapan ini juga berdampak pada jam istirahat yang ditiadakan termasuk juga larangan membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah. 

3. Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

Selain tidak berbagi alat makan, murid tidak diperkenankan bertukar alat tulis maupun buku selama proses belajar mengajar. Pasalnya, sarana penyebaran virus bisa berasal dari mana saja. Maka, peran orang tua juga penting dalam memastikan kelengkapan alat belajar sebelum anak berangkat ke sekolah sehingga tidak ada resiko pinjam-meminjam barang.

4. Dalam Kondisi Sehat dan Jaga Jarak

Murid yang mengikuti sekolah tatap muka harus dalam keadaan sehat, dengan suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius. Jika lebih dari suhu tersebut, murid akan diperkenankan pulang dan belajar secara daring. Selain itu sadar untuk selalu menjaga jarak aman. Untuk itu, jarak antar meja di kelas minimal 1,5 meter dengan diberikan jalur khusus untuk akses masuk dan keluar kelas.

5. Informasikan Secara Jujur Kondisi Kesehatan Diri & Keluarga

Beri tahu tim satgas Covid-19 di sekolah jika mengalami gangguan kesehatan saat berada di sekolah. Selain itu, jika ada murid yang orang tua atau anggota keluarga lain sedang tidak sehat, informasikan ke pihak sekolah. Pastikan murid untuk tetap berada di rumah jika dalam keadaan seperti itu. Hal yang paling penting adalah melakukan edukasi kepada murid untuk tidak menstigmatisasi teman atau orang sekitarnya yang sedang sakit. 

Baca Juga: Menciptakan Ruang Belajar di Rumah yang Kondusif

Persiapan Orang Tua Menghadapi Sekolah Tatap Muka

Sebagai orang tua, tentu menginginkan anak dapat belajar dengan aman dan nyaman di sekolah. Berikut tips untuk orang tua dalam menghadapi sekolah tatap muka.

1. Ajak Anak Berbicara

Normal jika anak merasa sedih, kecewa, dan stres di masa pandemi. Bicarakan hal ini dengan anak mengenai perasaannya tentang sekolah, teman, guru, dan aktivitas baru. Ajak anak untuk berani mengungkapkan perasaannya pada orang di sekitar, seperti orang tua, guru, atau temannya. Mengajak anak berbicara akan membantu meredakan kecemasan bagi Anda maupun sang anak sebelum berinteraksi dengan teman-teman di sekolah.

2.  Lakukan Simulasi

Setelah berbulan-bulan tidak belajar di sekolah, tentu ada adaptasi baru. Bisa jadi anak lupa apa yang harus dilakukan ketika dia kembali ke sekolah. Ditambah lagi, harus menerapkan protokol kesehatan. Maka dari itu, latihan akan membantu anak untuk membiasakan diri melakukan langkah-langkah seperti bangun, berpakaian, makan, dan keluar dari rumah. 

Anda juga bisa melatih keterampilan sang anak dengan membiasakan melakukan pekerjaannya sendiri dan tak lupa selalu mencuci tangan atau hand sanitizer setiap menyentuh sesuatu. Ini akan membuat sang anak merasa lebih percaya diri saat melakukan hal-hal tersebut di sekolah.

3. Kunjungi Sekolah Sebelum Hari Pertama

Setelah melakukan simulasi, Anda bisa mengajak anak untuk mengunjungi sekolah dan melihat keadaan kelas sebelum sekolah benar-benar kembali dibuka. Anda juga dapat memberi tahu lokasi wastafel untuk cuci tangan atau posisi hand sanitizer yang tergantung serta lokasi taman bermain tempat anak meluangkan waktu pada jam istirahat di sekolah.

4. Atur Waktu Tidur

Pandemi telah mengubah body clock beberapa orang, termasuk anak yang kerap mengerjakan tugas hingga larut malam. Maka dari itu, inilah saatnya Anda mengatur kembali jam tidur sang anak. Mulailah membiasakan anak untuk tidur 15 menit lebih awal. Jika sudah tercapai, tambahkan lagi 15 menit ke depannya hingga jam tidur ideal sebelum pandemi.

5. Edukasi untuk Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Sebelum memberi pemahaman soal protokol kesehatan dan jaga jarak, Anda perlu jadi panutan terlebih dahulu. Biasakan untuk selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesering mungkin. 

Pastikan lingkungan rumah bersih dan bebas dari sampah serta mengajarkan anak untuk batuk dan bersin menggunakan tisu atau siku, dan menghindari menyentuh wajah, mata, mulut, maupun hidung.

Baca Juga: Webinar Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kepatuhan dan ketertiban yang dilakukan bersama-sama secara tepat, diyakini menjadi kunci sukses belajar tatap muka di sekolah. Oleh karenanya, sekolah harus melakukan monitoring dan evaluasi atas keterlaksanaan pembelajaran tatap muka. Sementara itu, guru bersama murid dan orang tua wajib mengikuti aturan yang berlaku demi menciptakan suasana belajar yang terukur, aman, nyaman, sehat, dan bermakna.