Tips Membangun Lingkungan Belajar yang Kondusif dalam Pembelajaran
Beranda / Edukasi / Tips Membangun Lingkungan Belajar yang Kondusif dalam Pembelajaran

Tips Membangun Lingkungan Belajar yang Kondusif dalam Pembelajaran

Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pengajar. Namun tidak menutup kemungkinan lingkungan ini dapat direalisasikan dengan baik. Berikut ini tips membangun lingkungan belajar yang kondusif.

1. Menata Ruang Kelas Belajar

Untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, diperlukan penataan ruang kelas yang baik dan tepat. Pasalnya ruang kelas merupakan lingkungan belajar yang utama untuk menciptakan kegiatan belajar dan mengajar yang menyenangkan. Ruang belajar yang bersih, nyaman dan tertata dengan rapi akan mendukung pembelajaran lebih baik. Tambahkan juga beberapa aksesoris di dinding kelas untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, misalnya dengan menempelkan lukisan hasil siswa atau kalimat positif yang memotivasi belajar siswa.

2. Suasana Belajar dan Mengajar

Setelah menciptakan ruang kelas yang kondusif, selanjutnya adalah menciptakan suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan. Ada beberapa faktor yang mendukung suasana belajar dan mengajar lebih menyenangkan, mulai dari cara mengajar guru, mood siswa, lingkungan dalam kelas dan lainnya. Ada baiknya jika guru mengurangi sikap keras dan otoriter dalam mengajar, agar siswa merasa nyaman dan tidak tertekan saat belajar. Sisipkanlah beberapa candaan yang bisa mengurangi kejenuhan siswa. Sehingga siswa akan lebih nyaman saat belajar.

3. Jauhkan Distraksi dari Area Belajar

Konsentrasi siswa mudah teralihkan oleh benda-benda atau suara yang ada di sekitarnya. Guru bisa berkoordinasi dengan pihak sekolah agar meminimalisir kebisingan saat proses belajar mengajar.  

4. Terapkan Metode Mengajar yang Menggugah Ketertarikan Anak

Jika guru merasa siswa cepat bosan belajar di dalam kelas, coba ajak mereka belajar di luar kelas. Guru bisa memanfaatkan minat anak dalam bidang-bidang tertentu untuk menciptakan metode pembelajaran khusus, yang pastinya berpotensi meningkatkan persentase keterlibatan anak di dalam kegiatan tersebut. Contohnya, adakan agenda menonton film bersama yang berkaitan dengan salah satu mata pelajaran yang akan dipelajari, misalnya acara-acara dokumenter lalu adakan diskusi terbuka setelahnya.

5. Hadiahi Anak dengan Pujian

Ketika guru memuji hasil pekerjaan siswa, niscaya hal tersebut akan mendorong mereka untuk terus bekerja keras. Mereka akan termotivasi untuk selalu belajar segiat mungkin lantaran respon positif dari Guru. Kendati demikian, berikan pujian dalam batas wajar. Guru harus mewaspadai dampak negatif dari memberikan pujian secara berlebihan. Ini karena pujian yang berlebihan dapat menyebabkan anak-anak berpikir bahwa mereka telah mencapai hasil yang sempurna. Akibatnya, anak-anak pun tidak berusaha lebih keras lagi dan ini akan mempengaruhi perkembangan kepribadian mereka.

Dari penjelasan di atas, Guru dapat menyimpulkan jika pembentukan lingkungan belajar yang kondusif tidak sekadar terbatas pada membangun lingkungan fisik yang nyaman dan memfasilitasi kegiatan belajar murid. Namun, lebih dari itu, Guru juga harus mampu memposisikan diri sebagai pendidik yang baik.

Acer sebagai perusahaan IT terkemuka turut mendukung metode pembelajaran Hybrid learning melalui platform Jelajah Ilmu. Jelajah Ilmu adalah suatu platform pembelajaran berstandar Internasional yang telah disesuaikan ke dalam bahasa dan kurikulum Indonesia. Jelajah Ilmu dibuat untuk membantu meningkatkan kualitas sekolah menjadi lebih baik dan telah terintegrasi dengan materi pembelajaran lengkap seperti e-book, video interaktif dan bank soal, dan dilengkapi media komunikasi antar pihak dalam 1 platform terpadu. Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tentang Jelajah Ilmu.