Rahasia di Balik Tingginya Sistem Pendidikan Korea Selatan
Beranda / Edukasi / Rahasia di Balik Tingginya Sistem Pendidikan Korea Selatan
Rahasia di Balik Tingginya Sistem Pendidikan Korea Selatan

Rahasia di Balik Tingginya Sistem Pendidikan Korea Selatan

Berbicara tentang Korea Selatan, mungkin Anda akan teringat tentang K-pop atau K-drama yang sedang mendunia. Namun Korea Selatan tidak hanya terkenal dengan industri hiburannya tetapi juga sistem pendidikan yang baik di negeri Ginseng ini.

Negara yang dikenal dengan sebutan negeri ginseng ini juga dikenal dengan sistem pendidikannya yang tidak kalah berkualitas dengan negara-negara barat. Hal ini juga terbukti dengan banyaknya peminat pelajar mancanegara yang ingin mengenyam pendidikan di negara tersebut.

Lalu, sebenarnya seperti apa sistem pendidikan di Korea Selatan? Dan apa saja yang dapat dipelajari dari sistem pendidikan yang ada di negeri ginseng tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, yuk simak pembahasan mengenai sistem pendidikan di Korea Selatan berikut ini!

Baca Juga: Model Pembelajaran Jigsaw dan Keuntungan Menerapkannya

Mengulas Tingginya Kualitas Pendidikan di Korea Selatan

Korea Selatan merupakan salah satu negara asia yang memiliki peringkat di antara negara-negara dengan kinerja terbaik berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang disponsori oleh OECD pada tahun 2018 silam. 

Berdasarkan ranking rata-rata skor PISA, Korea Selatan menempati posisi ke-7 dengan skor membaca 514, matematika 526, dan sains 519. Ini menjadi pencapaian luar biasa bagi negara yang baru membangun sistem pendidikannya di akhir abad ke-20.

Tingkat pencapaian kualitas pendidikan yang tinggi ini hanyalah salah satu tanda dari banyaknya transformasi luar biasa dan kebangkitan ekonomi Korea Selatan yang menjulang selama 70 tahun terakhir.

Namun, tingginya kualitas sistem pendidikan di Korea Selatan ini tidak terjadi begitu saja. Pada tahun 1980-an, pemerintah Korea Selatan mulai berinvestasi secara strategis pada pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi teknologi, yang kemudian memicu ekspansi dalam pendidikan.

Saat ini, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang menekankan pentingnya pendidikan. Pasalnya pencapaian pendidikan di Korea sangat penting secara sosial. Hal ini kemudian juga berkorelasi dengan mobilitas sosial, tingkat pendapatan, dan posisi kekuasaan di negeri ginseng tersebut.

Lulusan tiga universitas top Korea mendominasi negara, dan mayoritas dari mereka menduduki jabatan tinggi di pemerintahan dan posisi manajemen di perusahaan-perusahaan besar yang ada di Korea.

Akibatnya, persaingan untuk masuk universitas-universitas ternama juga menjadi sangat sengit. Siswa di Korea Selatan akan mencurahkan lebih banyak waktu mereka untuk belajar dibandingkan dengan siswa-siswa dari negara OECD lainnya. 

Sementara itu, para orang tua juga akan menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk memberikan les privat terbaik bagi anak-anaknya. Sehingga tidak heran apabila kualitas sistem pendidikan di Korea Selatan menjadi sangat tinggi dan menjadikannya negara berperingkat di antara negara-negara terbaik lainnya.


Baca Juga: Inovasi Pembelajaran Jelajah Ilmu untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Sistem Pendidikan Seperti Apa yang Berjalan di Korea Selatan?

Setelah mengetahui tingginya kualitas pendidikan di Korea Selatan, anda mungkin akan bertanya tentang sistem pendidikan seperti apa yang dianut oleh negara ginseng ini?

Pada tahun 1945, diperkirakan hanya 22% orang dewasa saja yang melek huruf, dan kurang dari 2% populasi terdaftar di pendidikan tinggi. Namun, sistem pendidikan di Korea Selatan kemudian mulai mengalami ekspansi yang luar biasa sejak berakhirnya Perang Korea.

Pada tahun 2015, angka melek huruf atau literasi orang dewasa diperkirakan berkisar antara 98-100%. Angka ini telah menunjukkan adanya perkembangan pendidikan yang signifikan di Korea Selatan. 

Dipengaruhi oleh Amerika Serikat, sistem pendidikan Korea Selatan juga mengacu pada sistem pendidikan yang berlaku di negara Paman Sam tersebut. 

Saat ini sistem pendidikan Korea Selatan disebut dengan 6-3-3-4, maksudnya adalah seorang siswa akan menempuh pendidikan SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan S1 selama 4 tahun.

Selain itu, sistem pendidikan di Korea Selatan juga memiliki beberapa aspek pendukung lainnya, antara lain:

  1. Administrasi Sistem Pendidikan

Perkembangan sistem pendidikan negeri ginseng juga didukung dengan adanya administrasi sistem pendidikan. Secara historis Korea Selatan memiliki sistem pemerintahan yang terpusat. Namun, divisi administrasi dan pemerintah kota selama beberapa dekade terakhir telah diberikan otonomi yang jauh lebih besar dalam hal penganggaran dan administrasi sistem sekolah. 

Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan lokal yang lebih baik dan dapat memberikan kesejahteraan pendidikan yang lebih merata.

  1. Kalender Akademik

Berbeda dengan kalender akademik negara-negara besar pada umumnya, kalender akademik di Korea berlangsung dari bulan Maret sampai Februari, selama 5 hari dalam seminggu.

Kelender ini juga memiliki liburan musim panas pada bulan Juli/Agustus dan liburan musim dingin pada bulan Desember/Januari. 

  1. Bahasa Pengantar

Bahasa Korea adalah bahasa pengantar utama yang mendominasi di sekolah, baik di tingkat sekolah dasar maupun tingkat pendidikan tinggi. 

Namun beberapa sekolah internasional swasta dan sekolah menengah khusus tertentu ada yang menawarkan pembelajaran menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Baca Juga: 3 Solusi Teknologi dari Acer untuk Mendukung Sekolah Tatap Muka Terbatas

Apa Saja yang Dapat Kita Pelajari dari Pendidikan di Korea Selatan?

Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa tingginya kualitas pendidikan di Korea Selatan tidak terjadi begitu saja. Dibutuhkan adanya hal-hal yang dapat membantu dan memengaruhi perkembangan sistem pendidikan itu sendiri.

Jika kita ingin meniru prestasi yang diraih oleh Korea Selatan, kita dapat mempelajari dan mencoba mematuhi hal-hal berikut:

  1. Menanamkan Budaya Sukses Akademik

Budaya di Korea Selatan yang menekankan prestasi pendidikan. Setelah lulus sekolah menengah, para siswa harus menyelesaikan ujian masuk untuk menentukan perguruan tinggi mana yang akan mereka masuki.

Ujian ini juga ditanggapi dengan serius oleh semua pihak, baik itu siswa, guru, orang tua, maupun pemerintah. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah terkait ujian adalah dengan melarang pesawat untuk terbang di atas lokasi ujian, agar tidak mengganggu prosesi ujian. Budaya ini kemudian pada akhirnya telah menempatkan Korea Selatan sebagai salah satu negara yang terdepan.

  1. Mempekerjakan Teknologi dalam Sistem Sekolah

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini teknologi telah menawarkan banyak keuntungan bagi siswa dan guru dalam bidang pendidikan. 

Jika berbicara tentang teknologi, Korea Selatan adalah salah satu pemimpin global dalam hal teknologi, begitu juga dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum sistem sekolah mereka. 

Sekolah-sekolah di Korea Selatan umumnya bekerja sama dengan gawai pintar yang dapat membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran mereka. 

  1. Melibatkan Orang Tua dalam Pendidikan Anaknya

Selain investasi keuangan yang diberikan oleh pemerintah terhadap sektor pendidikan, ternyata orang tua juga turut memainkan peran yang signifikan. Pasalnya, rata-rata orang tua di negara ini menghabiskan sekitar 15% pendapatan mereka untuk membantu anak-anak mereka bersekolah. 

Bahkan, beberapa di antaranya ada yang bekerja ekstra untuk menghabiskan sekitar seperempat dari apa yang mereka peroleh untuk melengkapi fasilitas studi anak-anak mereka. 

Salah satu fasilitas tambahan yang dibeli oleh para orang tua adalah bimbingan belajar di akademi swasta.  Biasanya sepulang sekolah para siswa tidak langsung pulang ke rumah, namun mereka akan melanjutkan pembelajaran di akademi hingga jam 10 malam.

Itu dia segala hal yang perlu diketahui tentang sistem pendidikan di Korea Selatan. Untuk mencapai posisi yang diduduki oleh Korea Selatan, suatu negara perlu memastikan bahwa setiap lembaga pendidikannya setara dengan seluruh dunia dalam hal teknologi.

Dengan adanya kesetaraan teknologi, kesenjangan pendidikan juga dapat diminimalisir. Oleh karena itu, dukungan teknologi dan pemerintah dapat memberikan siswa kesempatan yang adil untuk unggul di bidang akademis, seperti kualitas sistem pendidikan yang ada di Korea Selatan.