Sekolah Tatap Muka Dimulai, Ini yang Harus Dipersiapkan Guru dan Orang Tua
Beranda / Edukasi / Sekolah Tatap Muka Dimulai, Ini yang Harus Dipersiapkan Guru dan Orang Tua
Sekolah Tatap Muka Dimulai, Ini yang Harus Dipersiapkan Guru dan Orang Tua

Sekolah Tatap Muka Dimulai, Ini yang Harus Dipersiapkan Guru dan Orang Tua

Seluk Beluk Pembelajaran Tatap Muka 2021

seluk-beluk-pembelajaran-tatap-muka

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi berencana untuk kembali menerapkan sekolah tatap muka pada Juli 2021. Rencana tersebut sejalan dengan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19 yang terbit pada Maret 2021.

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi pemberlakuan kembali sekolah tatap muka yakni pelaksanaan vaksinasi terhadap guru, dosen dan tenaga kependidikan yang tengah berjalan dan akan selesai pada Juni 2021, serta kebutuhan murid untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya. Para pengamat dan praktisi pendidikan juga masih sepakat bahwa metode pembelajaran tatap muka banyak memberikan manfaat yang tak dapat diperoleh pada metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Meski demikian, proses kembali ke sekolah untuk pertama kalinya tentu tidak akan mudah. Sebab, pelaksanaan sekolah tatap muka akan jauh berbeda dibandingkan pada masa pra-pandemi. Untuk itu, para guru dan orang tua punya peran penting agar masa transisi ini bisa berjalan dengan mulus dan tidak membebani murid.

Berikut ini sejumlah tips, saran dan hal yang perlu diketahui guru dan orang tua agar momen kembali ke sekolah bisa lebih mudah dan menyenangkan untuk para murid. Yuk, mari kita mulai dengan membahas hal-hal yang perlu diketahui guru dan orang tua seputar sekolah tatap muka.

Hal yang Perlu diketahui Guru

sekolah-tatap-muka-yang-perlu-diketahui-guru

Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah merancang SOP bagi pelaksanaan sekolah tatap muka. Berikut ini sejumlah aturan yang perlu diketahui guru:

1. Sekolah akan mengurangi kapasitas maksimum untuk kelas. Setiap kelas rencananya hanya akan menampung satu per tiga (⅓) hingga setengah (½) dari total kapasitas kelas pra-pandemi.

2. Jika batas maksimal murid per kelas dikurangi, artinya akan ada kekurangan ruang untuk menampung keseluruhan murid. Oleh karena itu, sekolah akan menerapkan sistem shift, di mana sekolah akan merotasi murid yang dapat masuk sekolah dan melaksanakan PJJ.

3. Sekolah akan kembali ditutup jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan atau sekolah tersebut masuk dalam daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Menjadi Guru Inovatif di Era Digital, Seperti Apa?

Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua 

Setiap anak yang akan kembali ke sekolah perlu mendapatkan izin dari orang tua. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda berhak untuk memilih sistem pembelajaran bagi anak, baik PJJ maupun sekolah tatap muka.

Jika Anda masih bingung menentukan pilihan, berikut sejumlah faktor yang sebaiknya menjadi pertimbangan Anda.

1. Izinkan anak kembali ke sekolah jika:

  • Anak Anda lebih fokus saat belajar di sekolah dibandingkan ketika mengikuti PJJ.
  • Anak sudah sangat jenuh mengikuti PJJ dan sangat ingin bertemu dan bersosialisasi dengan guru dan teman sekelasnya.
  • Tidak ada orang dewasa yang mengawasi anak di rumah.

2. Anak tidak kembali ke sekolah untuk sementara waktu dan memilih sistem PJJ jika:

  • Anda dan anak tinggal di rumah bersama orang yang masuk dalam kelompok rentan seperti lansia dan bayi.
  • – Kawasan tempat tinggal Anda masuk dalam zona merah maupun zona hitam Covid-19.
  • – Akses terhadap internet dan teknologi sudah cukup baik serta sekolah telah. mengadopsi Learning Management System yang canggih dan efektif.

5 Tips Sekolah Tatap Muka untuk Orang Tua Murid

1.  Bekali Anak dengan Makanan

Risiko untuk tertular Covid 19 semakin tinggi jika anak makan di luar rumah. Untuk itu, sangat direkomendasikan agar Anda menyiapkan sendiri bekal makan siang anak sehingga kesehatan dan kebersihan makanan lebih terkontrol.

2.  Pastikan Anak Langsung Pulang ke Rumah

Setelah jam sekolah, anak sebaiknya tidak berkumpul bersama teman sekolah atau mendatangi tempat lain seperti mall atau cafe. Pastikan agar mereka langsung kembali ke rumah.

3. Latih Anak Menggunakan Masker dengan Benar

Masker punya peran penting dalam pencegahan penularan Covid 19. Namun, ada anak yang kesulitan atau tidak nyaman saat mengenakan masker, khususnya bagi anak usia TK dan SD. Jika anak Anda merupakan salah satunya, berikut strategi yang bisa membantu Anda:

  • Beli desain masker yang ramah anak.
  • Jika anak takut mengenakan masker, latih dia mengenakan masker sambil melakukan hal yang disukainya seperti bermain game.
  • Setelah mulai sedikit terbiasa, ajak anak berjalan keluar rumah mengenakan masker.

4. Ajari Anak Taat Protokol Kesehatan

Sebelum kembali ke sekolah, pastikan anak mengetahui protokol kesehatan dan menaatinya seperti rutin mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menggunakan disinfektan.

Baca Juga: Pengertian Soft Skill dan Contohnya dalam Pendidikan

5. Buat Simulasi Agar Transisi Kembali ke Sekolah Lancar

Perubahan yang diakibatkan oleh pandemi covid 19 juga berdampak pada rutinitas hidup sehari-hari. Tidak hanya orang dewasa, anak sekolah juga mengalami hal yang sama.

Nah, agar anak tidak kaget dengan perubahan rutinitas akibat pelaksanaan sekolah tatap muka, lakukan simulasi rutinitas lama.  Ajak anak untuk membuat agenda bersama, misalnya menetapkan jam bangun, jam tidur malam dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh jadwal yang bisa Anda kembangkan lagi bersama anak:

5:30 – Bangun tidur

6:30 – Berangkat ke sekolah

7:00 – 12:00 – Sekolah

13:00 – Tiba di rumah, cuci tangan

13:15 – 14:00 – Makan siang

14:00 – 17:00 – Istirahat

17:00 – 18:00 – Jam bebas (non-edukasi, elektronik dan gadget diperbolehkan)

18:00 – 20:00  – Mengerjakan tugas sekolah

20:00 – Makan malam, lanjut tidur

5 Tips Sekolah Tatap Muka untuk Guru

Pemerintah memang telah memutuskan agar sekolah kembali dibuka pada Juli 2021. Namun, perubahan situasi masih bisa terjadi dengan cepat. Yang jelas, pada era transisi ini guru harus menghadapi jadwal sekolah yang berubah serta jam belajar yang makin singkat.

Nah, agar para guru lebih siap menghadapi transisi ini, berikut sejumlah tips yang perlu diketahui:

1. Buat Rencana Pembelajaran Baru

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk membuat rencana pembelajaran adalah mendaftar target dan standar belajar yang perlu dicapai selama periode tertentu. Mengingat jam sekolah yang makin singkat, disarankan untuk menghapus sejumlah target dan fokus pada materi-materi yang paling penting dan paling diperlukan siswa. Lakukan evaluasi secara berkelanjutan hingga Anda menemukan standar dan target belajar yang paling cocok dengan situasi sekarang.

2. Tetap Rancang dan Sajikan Materi Pembelajaran Secara Digital

Mengingat situasi bisa berubah secara cepat, tetaplah membuat konten ajar seolah Anda masih melangsungkan metode PJJ. Tetap buat petunjuk belajar secara virtual yang dikombinasikan dengan video tutorial, podcast dan teknologi lainnya.

Keuntungannya, konten ajar Anda dapat digunakan dalam setiap metode belajar yang ditentukan, baik PJJ maupun sekolah tatap muka. Penggunaan teknologi dalam pendidikan adalah sebuah keniscayaan di masa depan. Oleh sebab itu, dengan menyiapkan materi ajar secara  digital, Anda akan semakin siap dan menghemat waktu di masa depan.

Baca Juga: 6 Cara Membuat Video Pembelajaran yang Mudah

3. Jangan Tinggalkan Kolaborasi Virtual

Kolaborasi merupakan elemen penting dalam pembelajaran, baik dalam metode sekolah tatap muka maupun PJJ. Meskipun sekolah akan kembali dibuka, tetap integrasikan kolaborasi virtual dan tatap muka.

Salah satu strateginya adalah membagi murid secara berpasang-pasangan dan memberikan materi yang harus dikerjakan di rumah secara kolaboratif.

4. Libatkan Siswa dalam Memilih Materi Ajar

Untuk menghemat waktu saat merencanakan dan membuat materi ajar, cobalah untuk melibatkan siswa lebih jauh. Contohnya, ketimbang Anda mencari berbagai artikel dan sumber pembelajaran untuk topik tertentu, cobalah ajak siswa untuk mencari sendiri artikel dan sumber tersebut.

Misalnya, pada pelajaran sejarah yang membahas topik perang Jawa, biarkan siswa mengumpulkan artikel, video hingga buku yang mengulas topik tersebut.

5. Pastikan Diri Anda Terlindungi

Kesehatan dan keselamatan Anda adalah yang paling utama. Untuk itu, pahami protokol kesehatan dan Standar Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan sekolah. Gunakan masker, cuci tangan secara rutin, lakukan jaga jarak secara disiplin.

Itulah tips yang harus dipersiapkan orang tua murid dan guru untuk menghadapi kembalinya sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru nanti. Ikuti selalu protokol kesehatan yang berlaku.