Program One to One Device, Integrasi Teknologi yang Menguntungkan Siswa & Guru
Beranda / Edukasi / Program One to One Device, Integrasi Teknologi yang Menguntungkan Siswa & Guru
Program One to One Device, Integrasi Teknologi yang Menguntungkan Siswa & Guru

Program One to One Device, Integrasi Teknologi yang Menguntungkan Siswa & Guru

Pentingnya integrasi teknologi kini semakin disadari oleh seluruh pemangku kepentingan sektor pendidikan, mulai dari pemerintah, sekolah dan guru. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bahkan membuat kebijakan peningkatan penggunaan produk teknologi di sekolah dengan menggelontorkan dana senilai Rp 2,4 triliun untuk pengadaan 240.000 laptop berikut paket teknologi informasi komunikasi seperti router, connector, printer dan scanner.

Penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar memang menguntungkan guru dan murid. Tidak heran jika pemerintah dan lembaga pendidikan di banyak negara maju menerapkan sebuah program bernama one to one device. Satu murid satu perangkat atau one to one device (1:1 devices) merupakan program pembelajaran yang merujuk pada penyediaan device baik itu laptop, tablet atau Chromebook pada setiap siswa di suatu sekolah.

Perlu juga diketahui, program one to one device berbeda dengan kebijakan Bring Your Own Device (BYOD) yang banyak diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Kebijakan ini mendorong siswa untuk membawa perangkat digital mereka sendiri ke sekolah. 

Jika dibandingkan dengan program one to one device, metode ini memiliki memiliki beberapa kelemahan seperti guru tidak dapat memastikan apakah spesifikasi perangkat yang dibawa siswa kompatibel atau tidak dengan aplikasi atau bahan pembelajaran tertentu dan kesulitan untuk memastikan tidak ada fail atau corrupt dalam sistem perangkat personal para murid.

Baca Juga: 10 Metode Diskusi di Sekolah yang Dapat Memancing Keaktifan Siswa

Keuntungan Program One to One Device

Berbagai riset telah membuktikan bahwa teknologi memberikan dampak positif bagi pendidikan. Salah satunya dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis. Begitu juga dengan program 1:1 devices yang terbukti sebagai investasi terbaik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di suatu sekolah atau lembaga pendidikan. 

Ingin tahu apa saja keuntungan program one to one device? Berikut ini sebagian di antaranya:

  • Siswa dapat belajar di mana saja baik di kelas maupun saat berkolaborasi bersama teman sekelas di luar sekolah.
  • Guru dapat menggunakan teknologi pendidikan seperti Learning Management System.
  • Kualitas dan kontinuitas siswa dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh (pembelajaran online) akan lebih baik.
  • Lebih menghemat dalam jangka panjang karena sekolah bisa berinvestasi pada perpustakaan digital.
  • Sekolah dapat mengimplementasikan metode belajar seperti flipped learning, hybrid learning, blended learning dan lain sebagainya.
  • Meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan dalam kelas dan belajar dari lebih banyak sumber di internet.
  • Dapat mengikuti tes, kuis dan ujian secara online.
  • Mengurangi tugas administrasi guru karena sejumlah pekerjaan administrasi seperti mengoreksi ujian dan pemberian nilai dapat dilakukan secara otomatis.
  • Meningkatkan literasi siswa terhadap teknologi digital sehingga menjadi bekal mereka memasuki dunia kerja.
  • Setiap siswa punya akses yang sama karena siswa dengan latar belakang ekonomi kurang mampu juga mendapatkan perangkat yang sama dengan siswa lainnya.

Baca Juga: Apakah Homeschooling akan Menjadi Masa Depan Pendidikan Pasca-Pandemi?

Menjalankan Program One to One Device

Meski program one to one device memberikan banyak keuntungan, namun untuk menjalankan ini tidak mudah. Selain butuh anggaran besar, sehingga membutuhkan bantuan biaya dari pemerintah, yayasan atau lembaga donor lainnya, ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan agar program ini dapat berjalan sukses dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Apa saja langkah dan hal yang perlu diketahui untuk menjalankan program ini? Berikut ini ulasannya.

  1. Memilih Device yang Tepat

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih device. Kebanyakan sekolah biasanya memilih laptop karena multifungsi dan tersedia dalam berbagai pilihan spesifikasi dan harga. Pastikan jika perangkat yang dipilih cocok dengan jenjang pendidikan (SD-SMP-SMA) dan kebutuhannya. Misalnya, kebutuhan laptop untuk murid SD dan siswa SMA yang punya mata pelajaran programming tentu tidak sama. Oleh karena itu, pilihan laptop harus akurat sesuai dengan kebutuhan siswa.

  1. Lakukan Upgrade Jaringan

Setelah memilih laptop, langkah selanjutnya adalah melakukan upgrade jaringan. Jika setiap siswa nantinya memiliki laptop, maka jumlah perangkat yang terkoneksi dengan internet sekolah akan semakin banyak. Oleh karenanya, kualitas jaringan yang ada sebelumnya tidak akan kuat menangani lonjakan koneksi. Pertimbangkan juga untuk menggunakan amplifier sinyal, wireless access point atau extender untuk menambah titik WiFi di sekolah.

  1. Persiapkan Tim IT

Sebuah tim IT atau Guru IT akan memegang peranan penting dalam terlaksananya program ini. Sebab, segera setelah perangkat dibeli, maka sebuah tim harus bekerja untuk mensupervisi instalasi, perawatan dan mengelola perangkat dalam jumlah banyak. Tim IT juga bertugas untuk membuat peraturan pemakaian, melakukan backup data dan program dan memastikan semua aplikasi dalam perangkat bisa berjalan dengan lancar.

  1. Menetapkan Periode Pelatihan

Setelah perangkat terinstal dan dapat dioperasikan, perangkat tidak langsung dibagikan pada siswa. Sekolah harus menetapkan periode pelatihan terlebih dahulu. Berikan tutorial dan jeda waktu bagi siswa untuk terbiasa menggunakan perangkat baru tersebut.

  1. Tetapkan Tujuan dan Target Program

Untuk membuat target dan tujuan program, sekolah bisa mendelegasikan pada guru untuk menetapkan target di masing-masing kelas. Sekolah juga bisa terlebih dahulu membentuk tim untuk merumuskan target dan tujuan program secara keseluruhan.

  1. Jalankan dan Evaluasi

Setelah menjalankan program ini, tetapkan waktu untuk melakukan evaluasi. Hal yang perlu ditinjau antara lain performa jaringan internet, sejauh apa penguasaan siswa pada perangkat dan bagaimana kondisi pembelajaran setelah program dijalankan.

Baca Juga: Learning Loss Akibat Pandemi Sangat Merugikan Siswa, Apa yang Harus Dilakukan Guru?

Bagaimana Acer Membantu Pendidikan?

Sebagai perusahaan teknologi yang memiliki kepedulian terhadap kualitas pendidikan, Acer menawarkan solusi berupa Acer for Education yang dapat mempermudah pelaksanaan program one to one device. Selain memiliki pilihan perangkat yang lengkap, produk yang telah teruji dan mendapatkan berbagai penghargaan, Acer telah berpengalaman melakukan deploy perangkat ke ribuan sekolah di dalam dan luar negeri. Jika Anda tertarik melakukan transformasi digital di sekolah Anda dengan menjalankan program one to one device, segera hubungi Acer for Education untuk mendapatkan penawaran khusus dan informasi selengkapnya.