Mengenal STEAM dan Cerita Sukses Penerapan Metode ini di Berbagai Sekolah
Beranda / Edukasi / Mengenal STEAM dan Cerita Sukses Penerapan Metode ini di Berbagai Sekolah
Mengenal STEAM dan Cerita Sukses Penerapan Metode ini di Berbagai Sekolah

Mengenal STEAM dan Cerita Sukses Penerapan Metode ini di Berbagai Sekolah

Anda pasti setuju bahwa masa depan sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas SDM generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan menjadi fondasi paling penting untuk anak agar dapat bersaing di masa mendatang. 

Di sisi lain, perubahan zaman serta teknologi membawa tantangan baru dan persaingan yang semakin sengit untuk dihadapi generasi muda. Dalam mempersiapkan generasi yang unggul dan mampu menghadapi perubahan zaman, pendidikan menjadi bekal utama untuk menghadapinya. 

Metode pendidikan saat ini pun terus mengalami perkembangan dan perubahan mengikuti kondisi zaman. Pembelajaran yang aktif, inovatif, serta kritis mulai diterapkan di sejumlah institusi pendidikan saat ini. 

Salah satu metode penelitian pendidikan yang saat ini dipilih adalah konsep pembelajaran yang bertumpu pada Science (Ilmu pengetahuan), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), Art (Seni)  dan Matematic (Matematika) atau yang dikenal dengan pendekatan STEAM. 

Bagaimana konsep belajar pendekatan STEAM? Lalu apa istimewanya? Apakah sudah diterapkan di sejumlah sekolah di Indonesia? Untuk lebih mengetahui tentang STEAM, mari simak informasi berikut ini. 

Baca Juga: 7 Karakter Guru Ideal Masa Kini

Pengantar Memahami Pendekatan STEAM

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, STEAM adalah konsep pembelajaran yang melatih anak atau murid menggunakan pikiran dan kreativitasnya. Belakangan ini, konsep STEAM semakin populer di Indonesia setelah sebelumnya booming di Amerika Serikat (AS) karena dinilai cocok diterapkan berkaca daya saing SDM yang semakin sengit. 

Konsep belajar pendekatan STEAM membentuk generasi baru dengan melatih keterampilan mereka agar siap berperan dan menjadi tenaga kerja aktif serta terampil dalam sektor yang mereka geluti. 

Apa istimewanya STEAM? Metode ini disebut paling realistis sebab membahas permasalahan yang dihadapi murid dan masyarakat serta membahas kondisi terkini dunia. Singkatnya, STEAM mengajarkan murid untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada lewat pelajaran yang didapat. 

STEAM dapat diterapkan di seluruh lapisan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga di Universitas. STEAM disempurnakan dengan kualitas guru yang mendorong pembelajaran dengan kolaborasi, inovatif, kritis, kreatif dan berani mengambil keputusan.

Lalu apa yang membuat penerapan STEAM sebagai sebuah konsep pendidikan terbilang istimewa? berikut ini penjelasan selengkapnya: 

1. Koneksi Antar Pelajaran 

Menggabungkan beberapa unsur dalam metode pembelajaran dan mengaitkannya satu sama lain, sehingga membantu murid memahami berbagai konsep. Bahkan dapat membuat murid jadi lebih cerdas. 

Misalnya ketika murid belajar science yang menuntut murid untuk dapat mendemonstrasikan materi science, lalu secara bersamaan, murid belajar seni yang menuntut murid untuk menerapkan keterampilan. Lewat pendekatan STEAM Murid akan lebih mudah menemukan keselarasan antara science dan seni. 

2.Terbiasa Pada Solusi  

Lewat metode pembelajaran STEAM, murid didorong untuk terus bertanya dan kritis. Akan selalu timbul pertanyaan: masalah apa yang harus diselesaikan, bagaimana solusinya, apa yang harus dilakukan? 

Murid akan terbiasa mencari bagaimana pemecahan masalah melalui proses pembelajaran. Tentu saja ini sangat baik untuk melatih mereka agar lebih peka dengan apa yang terjadi di sekitarnya. 

3. Memupuk Integritas  

Metode STEAM menanamkan murid untuk memiliki nilai integritas, seperti jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Integritas tersebut akan didapatkan murid dengan mengajak mereka untuk fokus akan pembelajaran yang diterima, dengan begitu murid merasa lebih asyik dan senang untuk belajar. 

4. Memiliki Keterampilan Abad-21 

Dibutuhkan 4 C untuk menghadapi perubahan di masa depan. 4 C tersebut adalah Collaboration, Creativity, Critical Thinking and Communication, keempatnya disebut sebagai keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi industri pada abad ke-21. 

Murid dituntut memiliki empat keterampilan tersebut. Bila murid berhasil menyerap 4 C, maka dalam perannya di mana saja, murid akan lebih aktif dan berhasil menciptakan solusi menandakan murid siap terjun menuju ke masyarakat 

Keuntungan Menerapkan STEAM, Baik PJJ atau Tatap Muka

Keberhasilan proses belajar mengajar bisa terjadi apabila tercipta kondisi interaktif antara guru dan murid. Inilah yang menjadi tantangan dalam pembelajaran jarak jauh atau yang disebut dengan PJJ. 

Kesulitan mengontrol proses belajar mengajar murid di rumah disebabkan karena keterbatasan guru memfasilitasi pembelajaran, mengkoordinir, dan mengontrol. Sebenarnya pendekatan STEAM bisa diterapkan dalam menghadapi itu semua.

Guru dapat menerapkan pendekatan STEAM dengan melakukan basis project pada topik klasifikasi materi. Pembelajaran ini sesuai untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik karena melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran. 

Pembelajaran berbasis project sangat sesuai diterapkan di era pandemi karena dapat digunakan untuk mengontrol proses belajar peserta didik. Menerapkan pembelajaran berbasis project dengan pemanfaatan teknologi akan membuat murid lebih memahami materi sekaligus membuat suasana belajar yang menarik. Tidak hanya cocok diterapkan pada model PJJ, pendekatan STEAM juga cocok diterapkan dalam pembelajaran tatap muka. 

Masih ragu menggunakan pendekatan STEAM? Berikut sejumlah keuntungan yang didapat dengan menggunakan metode pembelajaran STEAM:

  • Memudahkan Guru Menilai 

    Memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar membuat guru menghadapi kendala dalam menilai muridnya terkait hasil belajar. Melalui STEAM, guru dapat mengukur aspek-aspek seperti hasil belajar baik afektif kognitif maupun psikomotorik. Instrumen penilaiannya dibantu dengan penilaian berbasis computer (CBT).
  • Mengetahui Respons Murid

    Pendekatan STEAM akan membantu guru untuk mengetahui seberapa banyak murid memahami sebuah konsep. Hal ini dapat diketahui setelah guru meminta murid untuk membuat feedback dari materi pelajaran yang diberikan dalam bentuk video. Dari pembuatan video tersebut dapat diketahui bagaimana respons murid atas materi pelajaran yang diberikan.
  • Memantau Murid Lebih Mudah

    Guru dapat memantau murid lebih mudah atau memonitor kelas dari sambungan WA atau grup chat. Memiliki grup komunikasi khusus dapat memudahkan guru mengingatkan dan memotivasi murid-muridnya dengan cepat. 
  • Diskusi Lebih Aktif

    Meski PJJ, dengan pendekatan STEAM guru dapat menciptakan suasana interaktif di kelas. Misalnya saat presentasi, murid lebih dari sekadar melakukan presentasi dengan membacakannya tapi dapat memancing teman-temannya untuk menanggapi dan membandingkan hasilnya dengan hasil masing-masing. Sementara itu, guru hanya bertugas untuk menyamakan sebuah konsepsi agar murid tidak mengalami kebingungan.
  • Lebih Memberdayakan Guru

    STEAM memberdayakan guru untuk menggunakan pembelajaran berbasis proyek yang  melibatkan  lima  disiplin  ilmu dengan PJJ. Guru juga akan termotivasi untuk menumbuhkan lingkungan belajar yang melibatkan siswa dan berkontribusi. Berbeda dengan model pengajaran tatap muka menggunakan STEAM yang sifatnya untuk menyatukan disiplin ilmu dan meningkatkan sinergi dinamis mata pelajaran matematika dengan sains. 

Baca Lagi: 4 Perangkat Pendukung Belajar, Solusi dari Acer untuk Edukasi

Contoh Pembelajaran STEAM di Luar Negeri

Pendekatan STEAM telah familiar di sejumlah sekolah di luar negeri dan terbilang sukses mengadopsinya ke murid. Bahkan makin banyak sekolah luar negeri menggunakan pendekatan STEAM untuk meningkatkan nilai sekaligus kecerdasan mental murid. 

Berikut sejumlah sekolah yang telah menerapkan pendekatan STEAM yang bisa diadopsi di sekolah-sekolah di Indonesia. 

  1.  Drew Charter School, Atlanta, AS

    Sekolah Drew Charter bisa menjadi contoh sekolah dengan pendekatan STEAM. Meskipun sekolah umum namun telah memiliki kurikulum STEAM yang kuat dengan fokus pada literasi. Contoh pembelajaran yang diterapkan adalah mengkombinasikan penekanan pada pembangunan komunitas. Hasilnya, siswa Drew Charter School tidak hanya mengalami peningkatan nilai ujian, tetapi juga siswanya menjadi pemecah masalah yang kreatif dan gigih.
  2. SD Taylor, Virginia AS

    Sekolah umum Taylor menambahkan kurikulum yang berfokus pada STEAM dan melibatkan sejumlah guru seni dan musik untuk mengembangkan kurikulum STEAM. SD Taylor ini pun memberikan kesempatan murid untuk berkreasi dan bekerja dengan teman sebaya menginspirasi kecintaan belajar pada siswa. Dengan begitu, dalam menerima satu pelajaran murid dapat memahami pelajaran dari sisi lain. 

    Contoh pembelajaran STEAM di SD Taylor yaitu: siswa yang mengalami kesulitan memahami pelajaran geometris yang disajikan secara tradisional dibantu guru dengan memberikan pandangan tentang teater yang memasukkan pelajaran geometris..
  1. SD University Place, Alabama, AS

    Kurikulum yang berfokus pada STEAM membantu siswa pulih dan membangun kembali sekolah yang lebih kuat dari sebelumnya. STEAM diimplementasikan melalui inovasi teknologi yang menanamkan konsep menjadikan dunia kita sebagai tempat yang lebih baik. Konsep tersebut dilakukan melalui pelajaran matematika dan sains.

    Selain itu, guru membuat murid untuk mengetahui tentang bagaimana memperbaiki sesuatu setelah melakukan kesalahan, berpikir dengan cara berbeda, dan memiliki keberanian dan kegembiraan untuk menjelajah. 

Baca Juga: 7 Cara Mengajar yang Baik, Efektif untuk Siswa SD Hingga SMA

Sudah jauh lebih mengenal STEAM bukan? Sekarang Anda bisa mempraktekkannya di sekolah. Bagi Anda yang membutuhkan solusi teknologi yang mendukung pembelajaran STEAM, Acer For Education bisa jadi pilihan yang tepat. 

Acer For Education merupakan sebuah sistem pembelajaran daring yang memberikan solusi komprehensif bagi para pelaku pendidikan. Melalui Acer for Education, guru, murid, pemangku kebijakan sekolah bahkan orang tua dapat terlibat dalam menjalankan proses pembelajaran yang berkualitas.
Acer for Education sendiri memiliki sejumlah pilar utama di antaranya: Jelajah Ilmu, sebuah hasil kerjasama antara Acer dan mySecondTeacher (mysecondteacher.com) yang secara terintegrasi menggabungkan Learning Management System standar internasional yang diadopsi ke bahasa dan kurikulum Indonesia, materi pembelajaran e-book, video interaktif dan bank soal, serta media komunikasi antar pihak dalam 1 platform terpadu. Selain itu, Acer juga menawarkan perangkat seperti laptop dan desktop yang kompatibel dengan kebutuhan pembelajaran di era teknologi pendidikan.