Cara Menangani Siswa Bermasalah Yang Efektif
Beranda / Edukasi / Cara Menangani Siswa Bermasalah Yang Efektif
Cara Menangani Siswa Bermasalah Yang Efektif

Cara Menangani Siswa Bermasalah Yang Efektif

Menjadi pendidik tidak hanya memastikan murid berprestasi tapi juga mampu mengarahkan murid untuk bisa bersikap baik dan bertanggung jawab. Tentu saja seorang guru selalu ingin memiliki murid yang berprestasi, kritis dan jauh dari masalah. 

Sayangnya, tidak semua kondisi ideal tersebut bisa tercapai. Sebab seringkali para pendidik harus berhadapan dengan murid yang bermasalah. Bila ini terjadi pada Anda, prinsip yang harus dipegang adalah tidak menggunakan kekerasan dalam penyelesaian. Kekerasan tidak hanya fisik tapi juga verbal. 

Sebaliknya, pendekatan persuasif harus jadi yang utama menghadapi murid yang bermasalah. Setelah itu semua Anda sadari, selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah cara dan mekanisme penanganan siswa bermasalah. Jadikan itu sebagai strategi dan pedoman ketika harus menghadapi siswa yang bermasalah. Agar sukses menangani murid, yuk simak artikel berikut ini.      

Berbagai Macam Kondisi Mengajar dan Tipe-Tipe Murid

Tidak suka bila ditegur oleh orang lain. Prinsip sederhana ini sebenarnya bisa menjadi masukan guru ketika harus menghadapi murid yang bermasalah. Karena ketika orang tidak menyukai teguran, sebagai gantinya adalah dengan mengucapkan kata-kata yang sifatnya bisa mendorong. Hal ini lebih ampuh dan banyak manfaat bagi murid secara personal. Murid akan menyadari bagaimana harus berperilaku di kelas dan membantunya untuk bersikap lebih baik. 

Meski begitu, ada beragam karakter murid yang sulit untuk dipahami dan belum tentu dapat menerima dan memahami cara Anda dalam mendidik mereka. Meskipun sudah berusaha untuk menggunakan cara persuasif dengan menghindari memberikan teguran, tapi belum tentu berhasil di beberapa murid. Oleh karena itu, Anda perlu memahami tipe-tipe murid yang ada di kelas dan membuat mekanisme penanganan siswa bermasalah. 

Untuk membantu memahaminya, berikut sejumlah gambaran tentang kondisi mengajar di kelas beserta dengan tipe-tipe murid: 

Kerap membuat onar 

Seringkali Anda menghadapi murid yang kasar, tidak sopan, suka mengganggu dan menjengkelkan. Sikap tersebut memang sudah menjadi sifat dasar manusia dan tidak perlu serius untuk memberikan ganjaran bila ada murid yang berlaku seperti itu saat berada di kelas. 

Ketika murid berperilaku tersebut, Anda bisa mengamati gerak geriknya. Apakah murid tersebut melakukannya untuk mendapatkan perhatiaan? Atau semata-mata karena tidak mampu mengatasi kesulitan belajarnya? 

Bila menghadapi murid seperti ini, mekanisme penanganan siswa bermasalah adalah dengan mendeteksinya terlebih dahulu melalui cara melihat latar belakang murid tersebut. Perhatikan kondisi keluarga dan lingkaran pertemanannya. Bila memang mengidentifikasi adanya permasalahan, maka cara paling baik untuk mengatasi murid seperti itu adalah dengan mengajak berbicara secara personal. 

Tipe pembangkang 

Ketika seorang murid dalam situasi tersudutkan atau tidak mendapatkan dukungan atas apa yang ia yakini kebenarannya. Terkadang mereka memilih untuk melawannya tanpa peduli efek yang ia akan terima nantinya. 

Anda harus mengetahui apa yang mendorong murid menjadi pembangkang. Sebab, bisa saja karena adanya perbedaan budaya yang diyakini oleh murid tapi tidak diketahui oleh guru. Misalnya, murid Anda menatap lantai ketika sedang berbicara atau murid langsung menjawab atau menyanggah perkataan Anda. 

Tentu mekanisme penanganan siswa bermasalah tersebut adalah dengan terlebih dahulu menempatkan diri Anda dari sisi perasaan murid tersebut. Anda harus menjadi contoh nyata bagi murid tersebut, karena bisa saja sifatnya yang membangkang terjadi karena tidak memiliki contoh yang bisa dianggap role model. 

Tidak disiplin

Harus diakui, menumbuhkan kebiasaan yang disiplin murid tidaklah mudah. Di bawah aturan yang cukup mengekang di sekolah, murid kerap bersikap sesukanya. Misalnya datang terlambat ke kelas, tidur di kelas saat pelajaran, pulang di jam yang belum ditentukan hingga membolos. 

Dalam hal penegakkan kedisiplinan, guru tidak boleh kalah. Sebab ini berkaitan dengan aturan main yang tidak boleh dilanggar, murid harus tahu bahwa aturan menjaga mereka dari hal buruk yang bisa terjadi. 

Maka, mekanisme penanganan siswa bermasalah pada penegakkan disiplin adalah dengan pencegahan sebelum mereka melanggarnya. Sangat baik jika di awal kelas secara proaktif memberitahukan harapan Anda kepada murid dan jenis lingkungan belajar yang ingin Anda ciptakan. 

Saran Ketika Menghadapi Siswa Berkelakuan Negatif

Menghadapi berbagai macam karakter murid di kelas tidaklah mudah. Tentu akan semakin menantang bila harus menghadapi murid yang bermasalah atau berperilaku negatif. Maka dari itu, guru harus memiliki strategi khusus dan mengetahui bagaimana seharusnya menghadapi murid yang bermasalah. 

Strategi tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengubah sikap murid yang negatif tapi juga berhasil membuat murid lebih berprestasi. Agar sukses menghadapi siswa yang berperilaku negatif, berikut sejumlah saran ketika menghadapi siswa berkelakuan negatif. 

Dekat dengan murid 

Lebih dari sekadar pendidik, Anda juga harus bisa menjadi teman bagi mereka. Maka, Anda harus bisa menciptakan situasi yang mereka anggap sebagai hal yang menyenangkan. Nah, cara untuk mengetahui apa saja hal menyenangkan tersebut Anda harus menghabiskan banyak waktu dengan mereka. 

Termasuk bagi murid yang bermasalah, mekanisme penanganan siswa bermasalah dapat dilakukan dengan menciptakan kondisi yang menyenangkan dengan tertawa bersama mereka akan membantu mereka mengatasi kesulitan yang dihadapi. 

Membangun kepercayaan 

Ini adalah tahapan selanjutnya ketika Anda sudah dekat dengan murid. Membangun kepercayaan dengan hubungan lebih nyata antara murid dengan guru bisa dilakukan dengan memperhatikan murid, tidak hanya soal pelajaran tapi juga hal yang disukai murid. 

Ketika murid membutuhkan Anda dalam pelajaran, Anda harus siap sedia membantu mereka. Sehingga akan tercipta kepercayaan yang berkembang menjadi membutuhkan. Mekanisme penanganan siswa bermasalah dapat dilakukan dengan membangun kepercayaan sehingga tercipta iklim kelas yang kondusif dan menyenangkan.  

Ceritakan tentang harapan Anda

Tidak melulu memberikan perhatian kepada murid, Anda juga bisa berganti posisi dengan menuntut perhatian dari murid. Untuk mencapai kondisi tersebut, pada awal dimulainya kelas Anda bisa menceritakan tentang harapan Anda pada semua murid dan memberi penekanan untuk mereka yang masuk dalam kelompok murid bermasalah. 

Anda bisa memulai mekanisme penanganan siswa bermasalah dengan menceritakan aturan versi Anda secara riang dan penuh pengertian. Berikan pengertian mengapa mereka harus mengikuti aturan main dan juga harapan Anda. Ketika membahas tentang pelanggaran atau sanksi, fokuslah pada konsekuensi yang akan diterima murid tersebut di masa depan. 

Keterlibatan 

Tidak semua murid menyadari akan tanggung jawab yang mereka emban. Jadi sangat wajar bila murid seringkali bersikap atau berperilaku seenaknya. Mengatasi ini, guru harus lebih banyak melibatkan murid dalam berbagai aktivitas dan keputusan. 

Terutama pada siswa bermasalah, mekanisme penanganan siswa bermasalah dilakukan dengan melibatkan mereka yang dimulai dengan pertanyaan, seperti apa yang mereka butuhkan. Bila Anda mendapatkan ide atau gagasan dapat diskusikan dengan mereka. Dari situ, Anda akan dapat mengetahui bagaimana mereka ingin diperlakukan. 

Perkenalkan dengan kesuksesan 

Bangun cerita tentang kesuksesan yang bisa diraih di masa depan. Untuk memulainya, Anda bisa memberikan motivasi tentang standar kesuksesan harian agar murid semakin terpacu untuk mencapainya setiap hari. Lalu ketika mereka berhasil, berikan pujian supaya mereka memiliki kesuksesan versinya sendiri. Memperkenalkan kesuksesan menjadi bagian dari mekanisme penanganan siswa bermasalah yang sangat efektif. Sebab tidak ada orang yang ingin gagal. Semoga artikel ini menginspirasi Anda untuk tidak menyerah dalam situasi kelas yang mungkin tidak nyaman atau dapat membantu memperbaiki sudut pandang Anda dalam menghadapi siswa bermasalah. Semoga sukses!