9 Teknik Manajemen Kelas yang Terbukti Berhasil Ketika Diterapkan
Beranda / Edukasi / 9 Teknik Manajemen Kelas yang Terbukti Berhasil Ketika Diterapkan
9 Teknik Manajemen Kelas yang Terbukti Berhasil Ketika Diterapkan

9 Teknik Manajemen Kelas yang Terbukti Berhasil Ketika Diterapkan

Ruang kelas memegang peranan penting dalam perkembangan seorang siswa. Oleh karena itu, kelas yang ideal sangat dibutuhkan oleh siswa. Tapi, seperti apa kelas yang ideal? Jawabannya bisa sangat luas dan beragam. Namun, sebagian faktor yang menjadi pendukung kelas ideal di antaranya adalah suasana belajar yang positif dan saling menghormati, siswa yang terlibat penuh dalam pembelajaran, serta tegaknya disiplin.

Untuk menciptakan ruang kelas yang ideal, seorang guru harus menerapkan manajemen kelas yang baik. Secara sederhana, manajemen kelas adalah kemampuan yang dimiliki seorang guru untuk membentuk suasana belajar yang lancar di mana murid dapat produktif secara akademik selama proses belajar berlangsung.

Namun, manajemen kelas adalah keahlian yang tidak mudah untuk dikuasai. Selain butuh jam terbang, guru juga harus menguasai teori dan praktek manajemen kelas yang baik. Nah, para guru baru, tentu saja harus mempelajari teknik dan strategi manajemen kelas. Untuk membantu Anda, berikut adalah 9 teknik manajemen kelas yang telah terbukti berhasil ketika diterapkan.

Baca Juga: Tips Menjadi Guru Kreatif, Inspiratif dan Inovatif

Teknik Manajemen Kelas yang Baik

1. Memulai Kelas dengan Menyapa Setiap Murid

Sebuah jurnal tentang perilaku siswa yang diterbitkan pada tahun 2007 menyebutkan, guru yang menyapa setiap murid saat mengawali kelas akan membuat suasana kelas menjadi positif, meningkatkan keterlibatan siswa hingga 20% dan mengurangi perilaku yang mengganggu hingga 9%. Menyapa murid satu per satu juga akan membuat guru terkoneksi dengan seluruh murid.

2. Mengontrol dan Memperhatikan Secara Rutin

Membangun ikatan di awal kelas dengan menyapa murid adalah awal yang baik. Langkah selanjutnya, guru harus mampu mengelola dan mempertahankan hubungan baik tersebut.

Semakin baik hubungan antara guru dan murid, maka peluang menyelesaikan konflik dalam kelas akan semakin besar. Untuk mempertahankan hubungan yang baik, selalu melakukan kontrol dan beri perhatian secara berkelanjutan pada semua murid selama kelas berlangsung. Cara ini dapat menurunkan perilaku mengganggu hingga 75%.

3. Bel Sangat Efektif Menenangkan Kelas 

Guru kerap kewalahan ketika menghadapi kelas yang berisik dan tidak fokus. Tapi ada satu cara yang disarankan Todd Finley, seorang mantan guru bahasa Inggris dan profesor di East Carolina university. Salah satunya adalah dengan membunyikan bel kecil yang menjadi isyarat bahwa murid harus tenang dan memperhatikan guru. Cara ini efektif untuk murid sekolah dasar hingga SMP. Namun, untuk murid SMA, Finley mengatakan bahwa menetapkan peraturan merupakan cara yang paling efektif.

4. Mengubah Layout Kelas

Mengubah layout kelas merupakan salah satu teknik dalam manajemen kelas yang terbukti berhasil menurunkan perilaku mengganggu. Emily Polak, seorang guru SMP di Madison, Alabama, bahkan menyediakan sofa, bean bag dan meja kopi di ruang kelasnya. Murid yang merasa lebih nyaman dan rileks ternyata tidak lebih berisik dan semakin fokus. Emily juga menetapkan aturan bahwa para murid akan kembali menggunakan kursi dan meja belajar yang lama jika kelas berisik dan tidak kondusif.

5. Buat Aturan & Jelaskan pada Murid Alasannya

Saat membuat peraturan kelas, adakan diskusi dengan para murid dan menjelaskan kenapa aturan itu penting. Bobby Shaddox, guru SMP di sebuah sekolah di Portland bahkan menyusun aturan kelas bersama dengan para muridnya. Menurutnya, dengan menjaring aspirasi murid, potensi para murid mematuhi aturan jadi lebih besar.

6. Harus Selalu ‘Hadir’

Dalam manajemen kelas yang baik, guru harus secara terus menerus ‘hadir’ dengan cara aktif berkeliling sambil memberikan instruksi, bertanya dan memeriksa perkembangan murid. Menurut Sol Henik, guru SMA di Pleasent Hill, California, yang dikutip dari edutopia.org mengatakan bahwa guru yang pasif dalam pembelajaran dan lebih banyak duduk di mejanya akan mendapatkan kelas yang tidak fokus dan bising.

7. Harus Konsisten dalam Menjalankan Aturan

Peraturan kelas yang telah dibuat harus diaplikasikan pada seluruh murid tanpa kecuali. Jangan melakukan pengecualian dan mengendorkan sanksi sekalipun. Koreksi kesalahan ketika Anda melihatnya dan berikan instruksi dan kesempatan pada murid untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Tantangan dan Tips Agar Guru Sukses dalam Pembelajaran Daring

8. Melibatkan Orang Tua Murid


Meski kelas merupakan domain guru dan murid, manajemen kelas yang baik juga membutuhkan dukungan orang tua. Hal ini terkait dengan sanksi atau konsekuensi dari pelanggaran aturan yang dibuat. Rekomendasi konsekuensi yang diberikan pada murid yang melanggar aturan adalah sebagai berikut:

  • Pelanggaran pertama: peringatan lisan
  • Pelanggaran kedua: time out (murid tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar sementara).
  • Pelanggaran ketiga: surat untuk orang tua/ wali murid.

Peran orang tua dimulai ketika guru mulai melibatkan orang tua dalam pengawasan dan pendidikan murid di kelas. Orang tua harus ikut memberikan arahan dan masukan pada murid. Disarankan agar orang tua melakukan diskusi terbuka dengan anak mengenai apa yang terjadi di kelas.

9. Menggunakan Teknologi dalam Manajemen Kelas

Sejumlah sekolah terbaik di dunia kini melibatkan teknologi Learning Management System (LMS) dalam manajemen kelasnya. Keberadaan teknologi pun terbukti sangat membantu berjalannya proses belajar mengajar yang ideal. Berikut ini sejumlah manfaat teknologi dalam manajemen kelas:

  • Murid tidak lagi sibuk mencatat omongan guru. Sebab, materi digital bisa diakses kapan saja dan di mana saja di platform yang digunakan sekolah. Hal ini membuat murid lebih memperhatikan guru dan terlibat aktif dalam pembelajaran.
  • Karena materi pelajaran telah ditangani sepenuhnya oleh LMS, guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan murid dan memberikan perhatian lebih pada individu yang mengalami kesulitan.
  • Dengan menggunakan alat pembelajaran yang atraktif seperti video interaktif dan games, murid lebih terlibat secara aktif sehingga suasana kelas sangat kondusif.
  • Teknologi memungkinkan guru lebih terkoneksi dengan orang tua murid sehingga orang tua dapat ikut mengawasi anaknya.

Baca Juga: Learning Management System (LMS) Vs Learning Content Management System (LCMS): Kelebihan, Kekurangan dan Mana yang Paling Direkomendasikan untuk Sekolah

Jelajah Ilmu Sebagai Solusi di Bidang Teknologi Pendidikan

Manajemen kelas yang baik membutuhkan teknologi agar tujuan menciptakan ruang kelas yang ideal dapat tercapai. Nah, bagi Anda guru dan administrator sekolah yang mencari teknologi pendidikan yang tepat, Acer bekerjasama dengan mySecondTeacher (mysecondteacher.com) menawarkan solusi komprehensif untuk dunia pendidikan, Jelajah Ilmu, yang secara terintegrasi menggabungkan Learning Management System standar internasional yang diadopsi ke bahasa dan kurikulum Indonesia, materi pembelajaran e-book, video interaktif dan bank soal, serta media komunikasi antar pihak dalam 1 platform terpadu.

Jelajah Ilmu memberikan kemudahan bagi pelaku pendidikan seperti kepala sekolah, guru, murid, juga orang tua dalam proses transformasi pembelajaran era baru sehingga dapat meningkatkan pengalaman akademis, baik secara online maupun tatap muka. Jelajah Ilmu dapat diakses di situs jelajahilmu.com. 

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi Jelajah Ilmu dan ciptakan ruang kelas yang ideal untuk membentuk manajemen kelas yang baik sekarang juga!