Learning Loss Akibat Pandemi Sangat Merugikan Siswa, Apa yang Harus Dilakukan Guru?
Beranda / Edukasi / Learning Loss Akibat Pandemi Sangat Merugikan Siswa, Apa yang Harus Dilakukan Guru?
Learning Loss Akibat Pandemi Sangat Merugikan Siswa, Apa yang Harus Dilakukan Guru?

Learning Loss Akibat Pandemi Sangat Merugikan Siswa, Apa yang Harus Dilakukan Guru?

Sebagian besar sekolah di dunia dan tak terkecuali di Indonesia telah menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak buruk pandemi covid-19 bagi dunia pendidikan, yakni hilangnya kemampuan atau potensi kemampuan akademik siswa, baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan, yang juga sering disebut dengan istilah learning loss.

Banyak pakar meyakini, learning loss akibat pandemi bukanlah kasus yang bersifat individu, melainkan terjadi pada seluruh generasi. Bahkan, psikolog sosial Universitas Indonesia, Hamdi Moeloek, seperti dikutip dari CNN Indonesia menyebut, learning loss sebagai generasi yang hilang akibat terganggunya pendidikan anak di masa krusial yakni di tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim, juga berulang kali menyebut learning loss sebagai kerugian besar bagi para murid. Nadiem menilai, anak Indonesia seperti kehilangan satu tahun pendidikan akibat dilaksanakannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga: Teknik Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Guru dan Contohnya

Berbagai Riset Mengenai Learning Loss

Berbagai riset terkemuka menyimpulkan, pada mata pelajaran tertentu siswa mengalami ketertinggalan yang lebih parah. Perusahaan konsultan McKinsey & Company, melalui risetnya yang dirilis Juli 2021 menemukan, dampak negatif pandemi terhadap murid sekolah dasar dan menengah sangat signifikan, khususnya pada pelajaran matematika dan kemampuan membaca. 

Riset yang dilakukan dengan menganalisis hasil tes terhadap 1,6 juta siswa sekolah di Amerika Serikat ini mencoba membandingkan hasil tes murid di tahun 2021 dengan hasil tes serupa yang dilakukan pada murid di tingkat yang sama pada masa pra-pandemi.

Hasilnya cukup mencengangkan. Murid-murid yang mengikuti tes pada tahun 2021 memiliki nilai 10 poin lebih kecil pada mata pelajaran matematika. Sedangkan pada kemampuan membaca, nilai mereka tertinggal sembilan poin. Riset yang sama juga menyinggung korelasi antara latar belakang finansial murid dengan prestasi akademik. Murid yang berasal dari keluarga yang lebih miskin cenderung mengalami learning loss lebih dalam dibandingkan murid yang memiliki latar belakang ekonomi yang lebih baik.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia, riset Bank Dunia yang dirilis September 2021 lalu menyebutkan, penutupan sekolah sejak awal 2020 hingga Juni 2021 telah mengakibatkan hilangnya sekitar 0,9 tahun waktu pembelajaran dan 25 poin skor PISA di bidang kemampuan membaca. 
Mengutip laporan tersebut, learning loss telah mengakibatkan 70% anak sekolah dasar di Indonesia memiliki nilai kemampuan membaca yang berada di bawah tingkat kemahiran minimal (minimum proficiency level). Lebih lanjut dijelaskan, selain karena penutupan sekolah, learning loss di Indonesia juga terjadi akibat tidak efektifnya pelaksanaan pembelajaran online.

Upaya Pemulihan yang Bisa Dilakukan Guru dan Sekolah

Seiring turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah, sekolah mulai meningkatkan kapasitas ruang kelas menjadi 50%. Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi seluruh pihak untuk mulai melakukan akselerasi dan pemulihan learning loss

Berikut ini adalah 5 hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak learning loss pada siswa:

  1. Melakukan Tutor pada Murid yang Paling Tertinggal

Cara pertama dapat dilakukan guru dengan melakukan pendampingan intensif pada murid atau kelompok murid yang paling tertinggal dalam pelajaran. Tutoring dapat dilakukan selama jam pelajaran berlangsung atau setelah sekolah usai, tentunya dengan persetujuan dari orang tua murid. 

Tutor juga bisa dilakukan dengan konsep peer tutoring (tutor sebaya) yakni dengan memberdayakan siswa dengan pemahaman paling baik untuk membantu teman sebaya yang tertinggal dalam pelajaran.

  1. Buat Program Akselerasi

Agar lebih terencana dan sistematis, sekolah dan guru bisa menyusun program akselerasi untuk kelompok siswa yang memiliki nilai di bawah rata-rata. Program yang dilangsungkan setelah jam pelajaran usai fokus melakukan revitalisasi pemahaman siswa terhadap materi dasar.

  1. Gunakan Metode Pembelajaran Scaffolding

Pandemi covid-19 turut menciptakan learning gap atau kesenjangan pengetahuan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu metode mengajar terbaik yang dapat diterapkan untuk kondisi ini adalah metode Scaffolding. Teknik ini efektif untuk membantu siswa mengejar ketertinggalannya dalam pelajaran.

Baca Juga: Mengenal Scaffolding Sebagai Metode Mengajar Beserta Manfaat dan Contohnya

  1. Menginisiasi Kolaborasi

Learning loss merupakan masalah yang harus ditangani guru. Namun, untuk mengatasinya Anda tidak dapat bekerja seorang diri. Guru yang berkolaborasi baik dengan rekan kerja maupun guru sekolah lain (interaksi melalui komunitas misalnya) memiliki peluang lebih besar untuk sukses dalam mengajar.

  1. Mengintegrasikan Sekolah dengan Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan memang terbukti memberi solusi saat sekolah harus melangsungkan pembelajaran online. Namun, ketika sekolah mulai dibuka dan murid kembali mengikuti kelas tatap muka, teknologi pendidikan juga dapat membantu mengurangi learning gap yang terjadi selama pembelajaran daring. Berikut ini sejumlah keuntungan mengadopsi teknologi pendidikan:

  • Teknologi pendidikan dapat membantu guru memberikan personalisasi pembelajaran (personalized learning) atau pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
  • Teknologi pendidikan membuat pembelajaran berlangsung secara interaktif dan menarik melalui penggunaan konten-konten digital.
  • Teknologi pendidikan membuat kerja guru menjadi lebih efisien. Melalui fitur-fitur AI dan pengolahan data, pekerjaan administrasi seperti penilaian hasil tes/ujian menjadi lebih cepat, netral dan bahkan otomatis (self grading).

Baca Juga: Tips Membuat Karya Tulis Ilmiah untuk Kenaikan Pangkat Guru dan Contoh Ide Topiknya

Jelajah Ilmu Sebagai Solusi Teknologi untuk Mengatasi Learning Loss

Bagi sekolah yang ingin mengintegrasikan teknologi pendidikan, Jelajah Ilmu bisa menjadi solusi terbaik. Dengan menggabungkan pembelajaran digital berstandar internasional yang telah diadopsi ke dalam kurikulum Indonesia, Jelajah Ilmu menawarkan semua yang dibutuhkan mulai dari materi pengajaran harian, bank soal, rencana pelaksanaan pembelajaran hingga buku digital dari penerbit bersertifikasi yang memudahkan guru dan sekolah dalam memajukan pembelajaran lebih kreatif, serta membantu murid dalam proses belajar mandiri. 

Tidak hanya itu, Jelajah Ilmu juga dapat memberi keleluasaan kepada kepala sekolah dalam memantau seluruh kegiatan akademik di sekolah seperti melihat laporan kelas secara kolektif dan melihat perkembangan murid secara individu, serta kegiatan yang dilakukan guru di dalam kelas. 

Jelajah Ilmu juga memberi kenyamanan terhadap orang tua murid dalam meninjau hasil belajar anak, aktivitas anak, serta meninjau tugas anak dan tanggapan dari guru. Jelajah Ilmu tidak hanya memberikan kemudahan kepada guru, murid, kepala sekolah, dan orang tua dalam proses pembelajaran era baru melainkan dapat meningkatkan pengalaman akademis baik secara online, tatap muka maupun hybrid.
Tertarik membangun konsep sekolah modern dengan Jelajah Ilmu? Segera hubungi Jelajah Ilmu dan mulai transformasikan pendidikan di sekolah Anda sekarang juga!