Kisah 5 Sekolah yang Berhasil Menerapkan Inovasi Pembelajaran Saat Pandemi
Beranda / Edukasi / Kisah 5 Sekolah yang Berhasil Menerapkan Inovasi Pembelajaran Saat Pandemi
Kisah 5 Sekolah yang Berhasil Menerapkan Inovasi Pembelajaran Saat Pandemi

Kisah 5 Sekolah yang Berhasil Menerapkan Inovasi Pembelajaran Saat Pandemi

Dalam menghadapi krisis, inovasi adalah salah satu faktor yang menentukan masa depan sebuah institusi. Mereka yang mampu berinovasi akan mampu bertahan di tengah perubahan keadaan, sedangkan yang tidak mampu akan tertinggal karena tidak lagi relevan dengan kondisi terbaru.

Hal ini juga berlaku dalam dunia pendidikan di era pandemi Covid-19. Institusi pendidikan dituntut untuk melakukan inovasi pembelajaran agar mampu menjawab tantangan yang muncul akibat pandemi yakni larangan untuk melangsungkan sekolah tatap muka. 

Adopsi teknologi ke dalam proses belajar mengajar pun dilakukan, misalnya dengan menggunakan teknologi kelas online untuk melangsungkan pembelajaran jarak jauh, pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk memastikan proses pembelajaran online berlangsung secara lancar dan penggunaan berbagai metode belajar terbaru yang memungkinkan kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun sekolah dilangsungkan secara online.

5 Sekolah yang Berhasil Melakukan Inovasi Pembelajaran

Meskipun pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun, tidak sedikit sekolah yang masih kesulitan beradaptasi. Nah, bagi guru maupun kepala sekolah yang sedang mencari inspirasi, sebenarnya ada begitu banyak sekolah yang berhasil menerapkan strategi dan inovasi pembelajaran yang tepat. 

Berikut ini adalah 5 contoh sekolah yang berhasil meraih perhatian dunia pendidikan karena berhasil mengatasi tantangan pandemi Covid-19 dengan inovasi pembelajaran yang tepat:

  1. Gymnasium Würselen, Jerman

Sekolah ini merupakan salah satu sekolah di Jerman yang siap menjalankan pembelajaran online bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19 berlangsung. Hal itu dimungkinkan karena inovasi pembelajaran yang sudah dirintis bahkan sejak tahun 2008. Saat itu, Gymnasium Würselen memperkenalkan penggunaan laptop dalam kegiatan belajar mengajar melalui laptop class.

Meskipun program tersebut gagal, namun pihak sekolah tidak menyerah untuk mengintegrasikan teknologi dalam kehidupan sekolah. Hingga akhirnya, pada tahun 2015 program serupa diluncurkan dengan melibatkan partner eksternal dan mengganti device-nya menjadi tablet. 

Tidak hanya menyediakan tablet untuk tiap siswa, di tahun yang sama sekolah ini sudah mengintegrasikan Learning Management System (LMS) secara sistematis ke dalam kehidupan sekolah, menyiapkan tenaga khusus untuk mempopulerkan teknologi pada para guru dan memproduksi video-video tutorial untuk meningkatkan kompetensi di bidang IT. 

Adopsi teknologi tersebut juga memampukan sekolah untuk menjalankan metode pembelajaran flipped classroom yang cocok diterapkan di era pandemi. Untuk inovasi di bidang pendidikan digitalnya tersebut, sekolah ini diganjar penghargaan Delina Bitkom Innovation Prize pada tahun 2017.

Baca Juga: Teknologi komputasi Awan dan Manfaatnya Bagi Dunia Pendidikan

  1. I.S.S. Ettore Majorana, Italia

Lockdown yang mengharuskan sekolah di seluruh Italia melangsungkan pembelajaran online sama sekali tidak mengganggu efektivitas belajar murid-murid di sekolah ini. Alasannya, I.S.S. Ettore Majorana sudah menjalankan kelas online jauh sebelum pandemi. 

Sebelum Covid-19 memaksa pemerintah menutup sekolah, sekolah ini juga menyediakan video pembelajaran yang dapat diakses murid untuk belajar secara mandiri di luar sekolah.

Di dalam kelas-kelas offline-nya, sekolah ini juga tidak lagi menggunakan layout kelas tradisional dan menggantinya dengan mobile desk yang lebih fleksibel dan cocok dengan metode pembelajaran kolaboratif yang diterapkan oleh sekolah.

  1. Saint Joseph, Amerika Serikat

Ketika di awal pandemi sekolah-sekolah di Amerika Serikat (AS) sedang melakukan uji coba pembelajaran jarak jauh, SMA katolik ini justru berjalan seperti biasa. Saint Joseph merupakan satu dari sedikit sekolah di AS yang menerapkan remote learning jauh sebelum pandemi mengakselerasi penerapan sekolah online.

Alasannya karena sekolah ini memiliki murid yang berasal dari berbagai negara bagian yang memiliki musim berbeda-beda. Misalnya, ada murid yang sering terkendala karena musim salju membuat perjalanan menuju sekolah lebih berat dibandingkan hari biasa.

Agar perkembangan akademik siswa tidak terganggu, sekolah ini menerapkan sekolah online sehingga murid bisa tetap mengikuti kelas meski tidak bisa datang ke sekolah. Saat pemerintah AS kembali membuka sekolah, Saint Joseph pun menerapkan blended learning yang memberikan kebebasan pada siswa untuk hadir di kelas atau mengikuti kelas dari rumah mereka. 

Para orang tua siswa pun mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan Saint Joseph dengan menyebut pelaksanaan pembelajaran online dilakukan dengan efektif sehingga kemampuan akademik murid berkembang sesuai harapan.

  1. Mount Greylock Regional School, Australia

Sekolah negeri satu ini menjadi salah satu sekolah di Australia yang berkembang pesat di era pandemi. Keberhasilan tersebut disebabkan oleh kebijakan sekolah yang melengkapi semua siswa dengan laptop. Sekolah mendistribusikan Chromebook pada setiap siswa, tak terkecuali siswa yang sudah memiliki laptop sendiri di rumah.

Strategi ini memastikan ketersediaan prasarana belajar di rumah, dan siswa dipastikan tidak berebut laptop dengan orang lain, baik itu orang tua maupun saudara yang juga pelajar, ketika berada di rumah. 

  1. TAFE SA, Australia

Kisah terakhir ini sebenarnya tidak berasal dari sebuah sekolah, melainkan lembaga pendidikan berbasis vokasi yang menyiapkan tenaga terampil dan siap kerja. Namun, inovasi pembelajaran yang dilakukan lembaga ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi sekolah vokasi dalam menghadapi era pembelajaran online.

TAFE SA mengadopsi teknologi Virtual Reality (VR) untuk kelas-kelas praktek yang membuat mereka merasakan langsung proses kerja tanpa harus mendatangi laboratorium atau bengkel kerja di sekolah. VR bahkan memungkinkan para siswa di TAFE SA untuk melakukan praktik pada bidang-bidang yang berbahaya atau berisiko tinggi.

Baca Juga: Kick off Acer Smart School Awards 2021

Melaksanakan Transformasi Digital Bersama Acer Smart School Awards 2021

Bagi guru dan kepala sekolah yang ingin menyelenggarakan inovasi pembelajaran digital di sekolah, Acer memberikan program menarik yang bisa sekolah Anda ikuti yakni Acer Smart School Awards 2021. Bukan sebuah kompetisi biasa, penghargaan ini merupakan wadah pembinaan sekolah-sekolah yang ingin melakukan transformasi digital.

Lomba yang didukung oleh Kemendikbud Ristek, Persatuan Guru Republik Indonesia, Penerbit Intan Pariwara, Microsoft, Intel, dan Jelajah Ilmu, solusi pengajaran komprehensif kelas dunia yang diadaptasi untuk kurikulum Indonesia ini, tiga kategori yakni Smart School of the Year, Kepala Sekolah Inspiratif dan Guru Kreatif.

Peserta yang mengikuti penghargaan dengan total hadiah senilai Rp 500 juta rupiah ini sekarang telah memasuki masa pembekalan. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pelatihan wajib yang berlangsung pada tanggal 16 September hingga 28 September. Sejumlah profesor, para praktisi pendidikan dan ahli teknologi edukasi dari Acer menjadi narasumber pada pelatihan tersebut. 

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan memasuki tahap penerapan gagasan, pembuatan dan pembaruan proposal pada bulan November. Kemudian, proposal peserta akan masuk pada tahap penjurian pada tanggal 1 hingga 10 Desember 2021. Acer Smart School Awards 2021 akan ditutup pada 15 Desember 2021 melalui pengumuman pemenang.

Itulah kelima sekolah yang berhasil menerapkan inovasi pembelajaran selama menghadapi pandemi Covid-19. Semoga menginspirasi sekolah-sekolah di Indonesia!