Memahami Formative Assessment dan Peluangnya untuk Diterapkan dalam Ruang Kelas
Beranda / Edukasi / Memahami Formative Assessment dan Peluangnya untuk Diterapkan dalam Ruang Kelas
Memahami Formative Assessment dan Peluangnya untuk Diterapkan dalam Ruang Kelas

Memahami Formative Assessment dan Peluangnya untuk Diterapkan dalam Ruang Kelas

Hasil akhir dari setiap proses belajar mengajar adalah sebuah penilaian, khususnya untuk murid. Penilaian penting untuk mengetahui seberapa dalam atau seberapa besar seorang murid mampu menangkap materi pelajaran. Tak hanya berguna untuk murid, penilaian dapat menjadi acuan guru untuk menyusun strategi pembelajaran ke depannya 

Salah satu penilaian yang biasa diberikan guru kepada murid adalah formative assessment. Selain metode penilaian formative assessment, guru juga melengkapi metode penilaian summative assessments. 

Kedua metode penilaian tersebut bila digabungkan tentu akan menjadi sempurn,  karena dapat memperkuat analisa dan kesimpulan guru terhadap perkembangan belajar mengajar siswa. Nah, untuk memahami lebih dalam apa itu formative assessment, simak artikel di bawah ini.   

Baca juga: 7 Cara Mengajar yang Baik, Efektif untuk Siswa SD Hingga SMA

Sekilas Tentang Formative Assessment

Formative assessment adalah salah satu metode penilaian kepada siswa yang bertumpu pada sebuah proses. Keterlibatan siswa dalam formative assessment sangat penting, karena siswa yang aktif akan mudah dinilai guru dapat memahami pembelajaran. Singkatnya, formative assessment menilai siswa dari proses keseluruhan, penilaiannya melibatkan secara lisan dan tertulis. 

Contoh gambarannya adalah ketika guru memberikan materi sekaligus contohnya di dalam kelas, siswa akan menanggapi guru serta menyampaikan gagasannya, maka dengan begitu guru sudah dapat memberikan penilaian terhadap siswa tersebut. Bisa dikatakan, formative assessment tidak hanya bertumpu pada sebuah nilai yang didapat dari proses belajar mengajar setiap hari. 

Selama kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan proses belajar mengajar dilakukan secara online, formative assessment menjadi pilihan utama guru untuk menilai apakah siswanya tetap belajar meski tak saling bertemu. Cara formative assessment dilakukan dengan dua bentuk yakni: 

Sinkron 

Proses penilaiannya dilakukan secara langsung dimana guru dan siswa saling terhubung baik melalui aplikasi atau platform pertemuan online. Bisa juga dilakukan dengan komunikasi melalui smartphone dimana guru memberikan pertanyaan atau berdiskusi dengan murid secara real time

Lalu, guru dapat segera mendapatkan penilaian terhadap murid tersebut, sejauh mana murid memahami materi yang disampaikan. 

Ansinkron   

Sementara formative assessment dengan bentuk ansinkron tidak dilakukan secara real time. Bisa dikatakan ada jeda waktu antara guru setelah menyampaikan materi kepada murid. Umumnya, formative assessment dengan bentuk ansinkron guru memberikan kuis dan tugas kepada murid. 

Selanjutnya, murid menyelesaikannya dan diberikan kepada guru. Lalu akan ada nilai yang diberikan guru atas tugas yang diberikan. 

Baca juga: Mengenal Hybrid Learning, Sistem Belajar Berbasis E-Learning

Tertarik untuk menerapkan formative assessment di kelas meski secara online? Simak tips berikut ini agar sukses menyelenggarakan formative assessment

Menghidupkan Suasana Kelas

Orang yang memiliki semangat besar dapat menularkan orang -orang di sekitarnya. Termasuk ketika saat mengajar kelas online. Suasana yang hidup akan membuat murid bersemangat untuk belajar. Bila murid bersemangat, maka aktivitas belajar dan mengerjakan tugas juga lebih mudah. 

Ingat prinsip ini, yaitu murid yang memiliki niat belajar akan terlihat memahami materi pelajaran yang diberikan.

Sampaikan Definisi Sukses

Semua orang ingin mencapai posisi sukses, begitu juga dengan murid-murid Anda. Jadi jangan ragu untuk menceritakan definisi sukses yang Anda harapkan dengan belajar secara online bersama murid Anda. 

Mengetahui dan memahami sukses yang Anda inginkan seperti murid mengetahui rahasia gurunya. Ini berguna membangun hubungan baik dengan murid sehingga guru juga akan lebih mudah ketika melakukan formative assessment.   

Melakukan Dialog 

Bertanyalah kepada murid Anda untuk menguji mereka terkait materi yang telah disampaikan. Bila murid Anda mengalami kesulitan menjawab atau salah dalam memberikan jawaban, pancing mereka untuk mendapatkan jawaban yang benar. 

Melakukan dialog juga mempermudah Anda melakukan formative assessment.  Termasuk ketika murid sedang memberikan feedback, lakukan dialog yang mendorong murid untuk mengeluarkan gagasan mereka. 

Kekurangan dan Kelebihan Formative Assessment

Menerapkan formative assessment tidaklah mudah di tengah proses belajar mengajar online saat ini. Terdapat gap atau kesenjangan yang membuat pilihan melakukan formative assessmen. Salah satunya adalah akses teknologi yang dimiliki guru dan murid karena masih banyak guru dan murid yang belum memiliki akses internet pada komputer mereka. 

Berikut sejumlah kekurangan metode formative assessment yang diterapkan pada proses belajar mengajar online saat ini: 

Kapasitas Pengetahuan Digital Yang Tidak Sama 

Mendadak harus melek teknologi dan mampu membuat konten digital sebagai materi pelajaran, tidaklah mudah bagi guru. Sebab, tak semua guru dapat langsung bisa beradaptasi dengan tren teknologi di dunia pendidikan.  

Begitu juga ketika menerapkan formative assessment yang membutuhkan keterampilan digital ketika memberikan materi pembelajaran. Plus, menilai hasil dari siswa hingga mengelola data tersebut sebagai bahan materi pembelajaran ke depan. 

Perubahan Sistem yang Memakan Waktu 

PJJ telah membuat semua sekolah melakukan perubahan sistem dan menuntut kecepatan. Sayangnya dengan sumber daya manusia (SDM) yang kesiapannya tidak sama, infrastruktur dan fasilitas yang tidaklah sama membuat perubahan sebuah sistem makan waktu lama.  

Kolaborasi yang Sulit 

Bukanlah hal yang mudah berkolaborasi antara guru dengan murid atau dengan sesama guru jika tidak dilakukan dengan tatap muka. Membuka diskusi awal, lalu menganalisa data sampai menarik kesimpulan bersama.  

Baca Juga: 6 Karakteristik Kelas Online Interaktif, Seperti Apa?

Meski memiliki kekurangan, formative assessment masih menjadi pilihan utama guru saat ini dalam mengevaluasi muridnya. Sebab, model penilaian tersebut memiliki berbagai kelebihan yang cocok diterapkan dalam situasi PJJ saat ini. Berikut kelebihan dari formative assessment

Pengalaman Belajar yang Berbeda 

Model belajar interaktif dan saling memberikan gagasan baik secara individu dan kelompok, serta membuat belajar terasa menyenangkan. Murid juga akan mendapatkan pengetahuan baru yang tidak hanya berasal dari guru tapi juga rekannya. Ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan meski dilakukan secara online. 

Keterampilan Digital Lebih Kuat

Tutupnya sekolah dan keharusan murid untuk belajar secara online, telah membentuk  keterampilan digital murid yang semakin kuat. Terbiasa dengan teknologi sejak dini akan membantu murid menciptakan lebih banyak hal tentang teknologi. 

Untuk mengetahui keterampilan murid akan dunia digital yang lebih lebih kuat, formative assessment dapat menjadi alat pengukurnya. 

Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Murid 

Formative assessment membantu guru untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan murid dalam topik di pelajaran tertentu. Guru juga langsung dapat membantu dan mengenali kesulitan murid untuk selanjutnya melakukan sebuah tindak lanjut untuk perkembangan pembelajaran murid. 

Sebagai Alat Bantu Guru

Di tengah kekhawatiran Guru akan keberhasilan muridnya dalam pendidikan, formative assesment bisa menjadi solusi atau yang disebut dengan peta. Melalui formative assessment, guru dapat memetakan mana murid yang telah memahami materi pelajaran dengan sempurna, medium hingga tak benar-benar memahami pelajaran. 

Keputusan Berdasarkan Data

Proses belajar mengajar yang interaktif dan saling berdiskusi akan menghasilkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dari proses belajar dan mengamati ini memberikan manfaat besar bagi murid. Mereka akan terbiasa dengan mengelola data dan menjadikannya sebagai landasan keputusan. Sementara bagi guru, data membantu untuk membuat keputusan atau materi baru di masa mendatang. 
Demikian pemaparan tentang formative assessment, semoga dapat membantu Anda dalam proses belajar mengajar. Semoga sukses!