Dapatkah Teknologi Melatih Siswa Berpikir Kritis?
Beranda / Edukasi / Dapatkah Teknologi Melatih Siswa Berpikir Kritis?
Dapatkah Teknologi Melatih Siswa Berpikir Kritis?

Dapatkah Teknologi Melatih Siswa Berpikir Kritis?

Saat memasuki dunia pendidikan, anak-anak sering kali diminta untuk berpikir secara kritis. Hal ini dilakukan lembaga pendidikan atau sekolah bukan tanpa alasan. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi strategis yang kini mulai dituntut seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan nyata, khususnya dunia kerja. Di mana individu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan dituntut untuk dapat menyelesaikannya.

Oleh karena itu, melatih siswa berpikir kritis menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan sekolah dan orang tua dalam masa pendidikan mereka. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan tentang berpikir kritis dan manfaat berpikir kritis di bawah ini.

Baca Juga: Peran Fasilitas TIK Sekolah Terhadap Kualitas Pendidikan di Sekolah

Apa Itu Berpikir Kritis dan Contoh Nyatanya?

Berpikir kritis merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang sesuatu hal, dengan cara menganalisis fakta untuk membentuk penilaian yang masuk akal. 

Kemampuan berpikir kritis sendiri telah dimiliki oleh individu sejak usia dini yaitu ketika anak-anak dengan usia pertumbuhan umumnya memiliki rasa keingintahuan alamiah yang cukup besar, dan sering kali bertanya tentang berbagai hal di sekitarnya.

Rasa keingintahuan tersebut kemudian menjadi dasar dari kemampuan berpikir kritis seseorang. Dengan memiliki rasa keingintahuan alamiah yang besar, anak-anak dapat tumbuh dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. 

Sementara itu, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu faktor penting seorang siswa dapat memiliki pencapaian tinggi di sekolah. Hal ini juga diungkapkan oleh peneliti Kanada bernama Philip Abrami.

Pada tahun 2008, Abrami dan rekan-rekanya menganalisis 117 siswa tentang bagaimana mengajarkan berpikir kritis secara efektif. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa berpikir kritis dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar lebih banyak dalam semua mata pelajaran.

Di Singapura, salah satu negara yang menempati peringkat terbaik di dunia terkait literatur, matematika, dan sains, para pejabat mendiskusikan perluasan program berpikir kritis ke taman kanak-kanak. Mereka menganggap bahwa sekolah perlu mengajarkan berpikir kritis sebagai kelas yang berdedikasi.
Baca Juga: 5 Metode Kepemimpinan yang Penting Diketahui Kepala Sekolah

Manfaat Berpikir Kritis Bagi Siswa Sekolah?

Menurut Lee Crockett, salah satu tokoh inspiratif pendidikan dunia, melatih siswa berpikir kritis dapat membantu siswa untuk membuat keputusan hidup yang positif dan menjadi pemecah masalah yang lebih baik. Ini karena berpikir kritis merupakan dasar dari pemikiran strategis, pemikiran kreatif, penilaian yang baik, dan pengambilan keputusan yang baik. 

Selain itu, Crockett juga menjelaskan tentang manfaat melatih siswa berpikir kritis secara umum, antara lain:

  1. Mendorong Rasa Ingin Tahu

Siswa dengan kemampuan berpikir kritis cenderung selalu ingin tahu tentang hal-hal di sekitarnya. Rasa keingintahuan tersebut kemudian dapat membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang hal-hal di sekitarnya, dan hal-hal yang penting dalam pemahamannya tentang dunia itu sendiri.

  1. Meningkatkan Kreativitas

Sebagian besar pemikir kritis adalah pemikir kreatif. Ini karena pemikiran pemikir kritis tentang masalah dan tugas yang sederhana sekalipun menunjukkan keinginan mereka untuk memberikan hasil yang konstruktif.

Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga dapat membantu siswa untuk dapat berkembang di luar sekolah. Di mana berpikir kritis dapat memelihara kreativitas siswa untuk nantinya dapat bekerja dengan kolaboratif.

  1. Memperkuat Kemampuan Pemecahan Masalah

Siswa yang berpikir kritis cenderung menjadi pemecah masalah secara naluriah. Pemikir kritis umumnya memiliki kesabaran dan komitmen yang tinggi untuk benar-benar memahami sesuatu masalah sebelum menganalisis masalah tersebut. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang solid untuk membantu mempersiapkan siswa saat menghadapi masalah yang kompleks. 

  1. Dapat Mencakup Beragam Disiplin 

Berpikir kritis tidak hanya terpaku dalam satu disiplin ilmu saja, melainkan mencakup berbagai disiplin ilmu. Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis juga dapat menumbuhkan berbagai bakat kognitif siswa, seperti keterampilan penalaran, berpikir analitis, berpikir logis, dan lain sebagainya.

  1. Menumbuhkan Kemandirian

Melatih siswa berpikir kritis secara mandiri merupakan salah satu dari banyaknya tujuan pendidikan. Jika siswa dapat berpikir untuk diri mereka sendiri, maka mereka juga dapat belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri. 

Oleh karena itu, sangat penting bagi pendidik untuk melatih siswa berpikir kritis agar dapat menumbuhkan pemikiran mandiri dan tanggung jawab kepada para siswanya.

  1. Bagian Dari Keterampilan Hidup

Manfaat berpikir kritis tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu di sekolah saja. Kemampuan berpikir kritis nantinya juga dapat digunakan oleh siswa dalam kehidupan di luar kelas.

Ini karena kemampuan berpikir kritis tidak hanya dibutuhkan untuk memilah dan menganalisis informasi apa aja saja yang diterima siswa selama pembelajaran di kelas, tetapi juga dibutuhkan sebagai keterampilan hidup siswa kedepannya.

Itu dia manfaat yang dapat diperoleh dari melatih siswa berpikir kritis. Meskipun berpikir kritis bukanlah hal yang mudah untuk diajarkan, namun ini menjadi salah satu kompetensi yang paling penting dan berharga yang dapat diajarkan kepada siswa di kelas. 

Oleh karena itu, pendidik harus memastikan bahwasanya siswa dapat memahami apa itu berpikir kritis dan bagaimana cara mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang mereka miliki.

Baca Juga: Tips Membuat Karya Tulis Ilmiah untuk Kenaikan Pangkat Guru dan Contoh Ide Topiknya

Peran Teknologi Pendidikan dalam Melatih Kemampuan Berpikir Kritis

Disrupsi teknologi telah memberikan perubahan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Ilmu pengetahuan dan teknologi kini telah berkembang pesat secara beriringan.

Teknologi telah memainkan peranan penting dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

“Bagaimana mungkin teknologi dapat memainkan peran dalam melatih kemampuan siswa untuk berpikir kritis?”

Hal ini sangatlah mungkin, pasalnya teknologi, khususnya internet, dapat diakses oleh siapa saja dan di mana saja. Internet memungkinkan siswa untuk dapat mengakses berbagai informasi dalam sekejap mata. 

Apabila dulu siswa hanya dapat memperoleh informasi dari guru dan buku pelajaran, maka kini siswa dapat dengan mudahnya memperoleh berbagai jenis informasi melalui internet.

Kemudahan informasi ini kemudian membuat siswa belajar untuk menjadi sangat kritis terhadap informasi yang mereka konsumsi. Beberapa dari mereka bahkan ada yang melakukan analisis, memeriksa fakta, dan mempertanyakan informasi yang diberikan guru di kelas.

Di sisi lain, teknologi juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mengkritik pekerjaan mereka sendiri dan orang lain melalui berbagai jenis platform yang tersedia. 

Siswa juga dapat merefleksikan pembelajaran mereka melalui artikel dan blog, serta terhubung secara global untuk mendapatkan perspektif baru yang sebelumnya tidak pernah mereka pikirkan. 

Namun demikian, teknologi itu sendiri tidak dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa secara langsung. Untuk itu, peran guru di kelas tetap dibutuhkan untuk dapat mengembangkan indikator berpikir kritis siswa. 

Guru harus merencanakan kegiatan belajar-mengajar dengan baik untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat menggunakan kelebihan teknologi secara maksimal. Sehingga siswa dapat memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dan dapat menggunakannya untuk tujuan yang positif.