Beasiswa untuk Guru: Nama Program, Syarat, Tips Menulis Esai Beasiswa
Beranda / Edukasi / Beasiswa untuk Guru: Nama Program, Syarat, Tips Menulis Esai Beasiswa
Beasiswa untuk Guru: Nama Program, Syarat, Tips Menulis Esai Beasiswa

Beasiswa untuk Guru: Nama Program, Syarat, Tips Menulis Esai Beasiswa

Tingkat pendidikan merupakan faktor penting yang menunjang perkembangan karir seorang guru. Oleh karena itu, sangat baik bila guru menempuh pendidikan lebih tinggi, baik itu gelar S2 maupun S3. 

Kesadaran akan pentingnya tingkat pendidikanlah yang turut mendorong banyak guru di Indonesia meraih gelar S2. Hal ini juga tidak lepas dari stimulus yang diberikan pemerintah lewat berbagai program beasiswa pemerintah yang dikhususkan bagi seorang guru. 

Nah, bila Anda termasuk dari salah satu guru yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan sedang berburu beasiswa untuk guru, berikut adalah sejumlah peluang beasiswa yang dapat Anda manfaatkan. 

Baca juga: 7 Keterampilan Utama yang Harus Dimiliki Guru Masa Kini

Berbagai Lembaga Pemberi Beasiswa Guru 

Bagi Anda seorang guru yang bercita-cita melanjutkan pendidikan jenjang S2, sekarang ini terdapat lembaga nasional dan internasional yang memberikan beasiswa untuk guru, yang juga diberikan secara reguler setiap tahunnya. Anda tinggal memilih dan mengajukan proposal ke lembaga beasiswa yang sesuai dengan kebutuhan. Nah, berikut sejumlah lembaga pemberi beasiswa untuk guru dalam dan luar negeri: 

  1. Fulbright Indonesia 

Bermimpi untuk bisa kuliah ke Amerika Serikat (AS)? Kenapa tidak mencoba mengambil beasiswa Fulbright Indonesia? Beasiswa ini dibiayai langsung oleh Pemerintah AS.  

Fulbright adalah program pertukaran pendidikan yang didanai oleh pemerintah AS sejak tahun 1952, rupanya pemerintah AS telah memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia dari berbagai jurusan ilmu termasuk untuk guru. 

Untuk mengetahui kapan seleksi penerimaan beasiswa Fulbright Indonesia dilakukan, Anda harus pantau websitenya secara reguler. Namun untuk diketahui, syarat mutlak Anda bisa lolos seleksi beasiswa Fulbright adalah memiliki skor TOEFL iBT dengan skor 80 untuk applicant master dan 90 untuk applicant PhD. 

  1. LPDP

Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDB) menjadi salah satu beasiswa paling populer saat ini. Peminatnya sangat banyak dan mereka yang mendapatkannya terbilang istimewa, karena proses seleksi yang ketat dan panjang. 

Beasiswa yang dananya dikelola oleh Kementerian Keuangan (Keuangan) dibuka setiap tahun, dan memberikan kesempatan bagi Anda yang ingin melanjutkan kuliah S2 di dalam atau luar negeri untuk program magister atau doktoral. 

Yang menarik dari beasiswa ini, guru mendapat tempat yang istimewa. Sebab, khusus beasiswa untuk guru diberikan dengan program khusus yakni jenis beasiswa Targeted Group. Dalam hal ini, beasiswa Targeted Group diberikan untuk empat profesi yakni: 

  • PNS/TNI/POLRI
  • Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) 
  • Beasiswa Pendidik, dan 
  • Beasiswa Olimpiade Internasional.

Tips agar Anda bisa lolos beasiswa LPDP, tidak hanya fokus pada skor TOEFL minimal 61 tapi juga pada essay dan rencana studi. Sebab essay dan wawancara bisa sangat menentukan apakah Anda layak untuk menerima beasiswa LPDP atau tidak.  

  1. Beasiswa Kemendikbud 

Meski pamornya tidak seperti beasiswa LPDP tapi beasiswa Kemendikbud juga salah satu beasiswa yang paling diminati lho oleh para pemburu beasiswa. Sebab, beasiswa Kemendikbud Ristek ini rutin setiap tahun diberikan. 

Khusus beasiswa untuk guru dari Kemendikbud adalah beasiswa Microcredential 2021 atau yang dikenal dengan beasiswa LPDP GTK. Beasiswa ini merupakan perluasan beasiswa yang diberikan LPDP dengan memberikan kesempatan untuk melanjutkan S2 bagi: guru PAUD hingga SMA dan kepala sekolah. 

Untuk bisa mendapatkan beasiswa Microcredential ada sejumlah syarat administrasi yang harus terpenuhi sejak awal. Misalnya saja syarat usia maksimal 45 tahun dan memiliki surat izin mendaftar beasiswa dari dinas pendidikan bagi guru PNS, dan dari yayasan bagi guru tetap yayasan.  

Selain itu, bagi Anda yang ingin mendapatkan beasiswa ini pastikan lebih dulu telah diterima menjadi mahasiswa dari kampus yang hendak dituju. 

Baca juga: Hal yang Harus Disiapkan Guru dan Sekolah untuk Menyambut Generasi Alpha

  1. Beasiswa kedutaan

Beasiswa yang berasal dari kedutaan memang tidak sepopuler LPDP atau beasiswa Kemendikbud. Tapi bila Anda rajin berselancar di situs-situs resmi kedutaan, Anda bisa menemukan sejumlah negara yang memberikan beasiswa. 

Beasiswa untuk guru, jumlahnya cukup banyak dengan program menarik ditawarkan. Misalnya saja beasiswa dari kedutaan Jepang yang menawarkan program beasiswa yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya.

Penerima beasiswa akan belajar di universitas di Jepang, serta akan mendapatkan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang efektif, serta hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.
Selain Jepang, beasiswa untuk guru dari kedutaan Turki layak Anda pertimbangkan. Pemerintah Turki menawarkan Türkiye Scholarships, sebuah beasiswa penuh bagi pelamar internasional (termasuk Indonesia) untuk melanjutkan kuliah S1, S2 atau S3 di universitas-universitas yang ada di Turki.

Syarat Beasiswa untuk Guru

Untuk bisa meraih beasiswa, ada sejumlah syarat penting yang harus Anda penuhi. Berikut sejumlah syarat beasiswa untuk guru yang perlu Anda ketahui dan siapkan: 

  1. Punya Kampus Tujuan 

Apakah Anda berencana untuk kuliah di dalam atau luar negeri, tentukan sejak awal. Jangan sampai ketika Anda sudah memasukkan berkas dan bahkan berhasil mendapatkan beasiswa tapi belum juga menentukan pilihan hendak melanjutkan kuliah dimana. Sejumlah beasiswa umumnya mensyaratkan calon penerima beasiswa diterima lebih dulu di universitas yang dituju. Baru setelahnya, calon penerima beasiswa dapat mendaftarkan diri beasiswa. 

  1. Telah Terdaftar di Dapodik 

Salah satu syarat beasiswa untuk guru adalah telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)/SIM PKB. Dapodik menjadi bukti bahwa Anda telah tercatat dalam sistem dan berprofesi sebagai guru. Selain tercatat di Dapodik, umumnya beasiswa untuk guru mensyaratkan minimum pengalaman mengajar 1-2 tahun.   

  1. Mengantongi Surat rekomendasi 

Dalam pengajuan beasiswa, surat rekomendasi adalah syarat penting. Maka Anda perlu mendapatkannya dari atasan yakni kepala sekolah atau seseorang berpengalaman atau berpengaruh dalam bidang akademis. 

Mengapa harus dari seseorang yang memiliki jabatan tinggi atau berpengaruh dalam suatu bidang? Supaya Anda dinilai memang memiliki kualitas SDM yang mumpuni dan layak untuk menerima beasiswa. Harus diingat ya, penerima beasiswa itu istimewa. 

  1. Skor TOEFL dan IELTS Mencukupi

Bila Anda ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, maka memiliki skor TOEFL dan IELTS adalah keharusan. Sejumlah pemberi beasiswa menetapkan batas minimum berbeda-beda untuk skornya tapi biasanya Anda harus memiliki skor minimal 550 berdasarkan paper based

  1. Membuat Esai 

Menulis esai adalah syarat lain ketika hendak mengajukan beasiswa. Calon penerima beasiswa harus dapat menulis suatu topik yang biasanya berisi tentang rencana, motivasi, pandangan calon penerima beasiswa.  Panelis yang membaca esai Anda harus tergugah dan yakin bahwa Anda layak untuk menerima beasiswa. 

Baca juga: Tips Membuat Karya Tulis Ilmiah untuk Kenaikan Pangkat Guru dan Contoh Ide Topiknya 

Tips Menulis Esai Sebagai Syarat Beasiswa

Menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Terlebih menulis esai untuk keperluan beasiswa. Tak hanya logis, esai juga harus menarik dan mampu mempersuasi penguji. Oleh karenanya, butuh waktu dan energi yang besar untuk menulis esai untuk kebutuhan beasiswa.

Bagi Anda yang berencana untuk mengajukan beasiswa untuk guru berikut tips menulis esai agar bisa sukses diterima beasiswa. 

  • Buat Kerangka Tulisan 

Kerangka tulisan akan membantu Anda fokus pada sebuah topik yang hendak dituju. Kerangka tulisan juga membantu pembaca mengetahui alur berpikir Anda sistematis dan tidak loncat-loncat. Plus, membantu Anda memulai pembukaan esai yang kuat dan menarik. 

  • Pahami topik yang hendak Anda tulis 

Sebelum memulai esai, sangat baik Anda melakukan riset mendalam atas satu topik yang hendak diangkat. Bila Anda memahami topik yang dibuat, pembaca tidak ragu memberikan penilaian bahwa Anda adalah sosok yang tepat dan layak menerima beasiswa. Pilihlah topik yang Anda minati supaya saat menulisnya terasa menyenangkan dan mudah. 

  • Mudah Dipahami

Tulisan tidak perlu panjang tapi dapat menjelaskan pengetahuan Anda akan sebuah topik. Dengan demikian Anda akan membantu panelis memahami poin-poin pemikiran Anda. 

  • Sentuhan Nilai Kemanusiaan

Panelis akan menyukai tulisan yang memiliki sentuhan humanis. Apalagi jika tulisan tersebut bisa memberikan gambaran tentang kualitas diri Anda. Hanya saja perlu diingat, Anda harus tetap menggambarkan diri Anda tidak berlebihan dan berkualitas. Sebagai guru, Anda bisa menggambarkan diri tentang kredibilitas, keandalan, pengalaman dan pemikiran Anda tentang dunia pendidikan.     

  • Jujur

Anda merasa yakin bahwa hidup dan pengalaman mengajar Anda menarik, maka layak mendapatkan beasiswa dalam bentuk esai tanpa perlu berlebihan untuk menceritakannya. Anda bisa menulis dengan sejumlah prestasi yang diraih secara singkat dan tentu saja jujur. Ingat, keaslian sebuah esai menandakan kualitas diri Anda sebagai guru yang menjunjung nilai kejujuran. 

Demikian artikel tentang beasiswa untuk guru kali ini. Semoga artikel ini bisa memberikan semangat Anda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan tentunya meraih sukses bagi Anda yang berburu beasiswa.