Bagaimana Mengimplementasikan E-Leadership dalam Pendidikan?
Beranda / Edukasi / Bagaimana Mengimplementasikan E-Leadership dalam Pendidikan?
Bagaimana Mengimplementasikan E-Leadership dalam Pendidikan?

Bagaimana Mengimplementasikan E-Leadership dalam Pendidikan?

Kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi dalam volume besar secara cepat dan akurat. Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan media elektronik adalah faktor yang sangat penting dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.

Dalam perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, muncul sebuah istilah e-leadership dalam pendidikan. E-leadership merupakan model kepemimpinan baru yang mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi internet. 

Istilah e-leadership diperkenalkan oleh Avolio, Kahai, dan Dodge melalui artikel ilmiah berjudul E-leadership: Implications for Theory, Research, and Practice (2020). Menurut artikel tersebut, e-leadership terjadi dalam konteks e-environment di mana pekerjaan dilakukan melalui teknologi informasi terutama melalui internet.

Kepemimpinan ini tidak terbatas hanya pada suatu kedudukan atau pekerjaan, melainkan juga mencakup wawasan yang lebih luas. Untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang perlu memiliki visi dan imajinasi. 

Burke (2008) mendefinisikan kepemimpinan sebagai “…..the ability to bring people, tools and resources together to solve problems and achieve results”. 

Namun di era pendidikan berbasis digital seperti sekarang ini, seorang pemimpin perlu melangkah lebih jauh, mampu membawa SDM yang dipimpinnya bersama-sama melintas batas-batas dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Apalagi SDM memiliki peran penting untuk meningkatkan kemajuan pendidikan. Dengan SDM yang kompeten dan berkualitas, maka metode pembelajaran yang dihasilkan pun lebih berkualitas. Itulah kenapa e-leadership dalam pendidikan sangat dibutuhkan, agar bisa membawa para SDM di bawahnya tumbuh dan berkembang meraih tujuannya serta mampu menyelesaikan permasalahan di era digital. Lalu, bagaimana mengimplementasikan e-leadership dalam pendidikan?

Implementasi E-Leadership dalam Pendidikan

Kenapa kepemimpinan di era digital (e-leadership) itu sangat penting? Digital dan leadership merupakan komponen penting bagi individu dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Setiap orang pasti memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, namun tidak semua orang mampu mengembangkan potensi kepemimpinan.

Gaya e-leadership tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, namun harus mampu menguasai soft skill (keterampilan non teknis) dan hard skill (keterampilan teknis). E-leadership dalam pendidikan mesti paham cara agar bisa memimpin para pendidik untuk meningkatkan performa mereka dalam mengajar, mengayomi mereka memahami berbagai hal baru terkait pendidikan berbasis digital seperti sekarang, serta mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan stakeholder pendidikan.

Menurut Burke (2008), ada beberapa peran yang harus diimplementasikan e-leadership dalam pendidikan. Berikut ini diantaranya:

  1. Visionary: memiliki kemampuan untuk melihat gambaran yang besar dan menerjemahkannya kepada anggota organisasinya;
  2. Convener: memiliki kemampuan untuk mengelola perbedaan anggota dan membawa organisasinya ke arah tujuan yang jelas dan pemecahan masalah;
  3. Team sponsor: memiliki kemampuan untuk membentuk dan mengarahkan kelompok kerja nyata dan kelompok virtual/maya;
  4. Manager: memiliki kemampuan untuk mengupayakan dan mengalokasikan sumber-sumber organisasi dengan penuh tanggung-jawab, dan kemampuan untuk mengelola organisasi nyata dan virtual;
  5. Innovator: memiliki kemampuan untuk menemukan cara-cara baru untuk pekerjaan-pekerjaan di luar tugas pokok dan fungsinya;
  6. Mentor: memiliki kemampuan untuk membimbing dan mengarahkan calon-calon pemimpin baru di lingkungan organisasinya.

Tentunya peran-peran di atas tidak akan terwujud jika tidak adanya komunikasi. Apalagi e-leadership menganut sistem komunikasi secara daring, maka pemimpin dituntut untuk bisa memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan cukup fleksibel menghadapi perubahan yang biasa terjadi dalam media komunikasi.

Acer for Education hadir dalam membantu mewujudkan SDM berkualitas dan nilai-nilai e-leadership melalui perangkat gadget, program untuk guru dan murid, platform pendidikan hingga seminar dan webinar, demi terciptanya pendidikan berbasis digital yang kompeten. Tidak hanya itu, untuk mendukung pendidikan berbasis digital dan e-leadership dalam pendidikan, Acer for Education menghadirkan ACER SMART SCHOOL AWARDS 2021, yaitu penghargaan berskala nasional kepada sekolah yang siap menerapkan teknologi digital di sekolah. 

Penghargaan ini terbuka untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK dengan total hadiah lebih dari Rp500 juta. Ayo daftarkan sekolah Anda sekarang melalui acerforeducation.id/schoolawards