Penelitian Hasil Belajar Siswa: Banyak Murid Asia Menonjol di SMA di Inggris
Beranda / Edukasi / Penelitian Hasil Belajar Siswa: Banyak Murid Asia Menonjol di SMA di Inggris
Penelitian Hasil Belajar Siswa: Banyak Murid Asia Menonjol di SMA di Inggris

Penelitian Hasil Belajar Siswa: Banyak Murid Asia Menonjol di SMA di Inggris

Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya murid-murid yang berasal dari Asia cenderung lebih unggul dibandingkan dengan murid yang berasal dari negara lainnya. Hal ini juga berkaitan dengan ungkapan ‘Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri China’. 

Bukan tanpa alasan, sejak zaman dahulu China memang sudah terkenal dengan kualitas pendidikannya yang sangat baik. Sehingga tidak heran jika murid-murid yang berasal dari China dan wilayah Asia lainnya dikenal dengan keunggulannya dalam bidang pendidikan.

Hal ini juga terbukti melalui riset yang dilakukan di Inggris. Di mana siswa-siswa yang berasal dari Asia cenderung lebih unggul dibandingkan dengan teman-temannya. Untuk selengkapnya, yuk simak pembahasan tentang alasan mengapa murid Asia mengungguli siswa lain di Inggris berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Singapore Math, Salah Satu Metode Pembelajaran Matematika Terbaik

Riset Membuktikan Akademik Siswa Asia Jauh Melampaui Teman-Temannya

Menurut laporan riset yang dilakukan Education Policy Institute (EPI) di Inggris, siswa asal Asia, khususnya siswa China yang merupakan 0,4 persen dari total populasi siswa di Inggris, memiliki kemampuan akademik yang jauh melampaui teman-temannya. 

Hal ini dibuktikan melalui kemampuan siswa asal China yang dapat menyelesaikan General Certificate of Secondary Education (GCSE) dua tahun lebih cepat dibandingkan dengan siswa lainnya yang berasal dari Inggris. 

GCSE sendiri merupakan ijazah akademis yang berlaku di negara Inggris dan negara-negara jajahan Inggris, seperti Australia dan Afrika Selatan. Ijazah ini dinilai melalui ujian kualifikasi berdasarkan mata pelajaran tertentu. Di mana ujian biasanya dilakukan oleh anak-anak yang berusia 15-16 tahun atau berada di tahun terakhir SMP di Inggris. 

Di sisi lain, statistik domestik Inggris menunjukkan bahwa dalam GCSE, anak-anak etnis Tionghoa yang memperoleh free school meals (FSM) berkinerja lebih baik daripada rata-rata nasional untuk semua murid, baik mereka yang berasal dari keluarga mampu atau tidak mampu sekalipun.

Tidak hanya itu saja, murid-murid FSM Tionghoa juga berprestasi lebih baik daripada kebanyakan latar belakang etnis lainnya, bahkan jika dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga yang lebih mampu (mereka yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan makanan sekolah gratis).

Sementara itu, menurut data statistik terkait pencapaian siswa etnis Tionghoa dalam laporan yang dibuat oleh Komisi Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia tentang ketidaksetaraan di Inggris pada tahun 2010, anak-anak muda Tionghoa di Inggris merupakan kelompok etnis dengan kinerja tertinggi di GCSE, dan hal ini telah dikenal selama bertahun-tahun. 

Hal ini juga menunjukkan bahwa kelompok tersebut tampaknya sangat berhasil dalam mencapai tujuan pembuat kebijakan pendidikan dalam berbagai hal, seperti kesenjangan kinerja yang sempit antara mereka yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, dan yang lainnya. 

Kemudian bukti lebih lanjut tentang keberhasilan siswa-siswa keturunan Tionghoa juga dapat ditemukan melalui hasil survei PISA yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Survei tersebut menyebutkan anak-anak berusia 15 tahun yang berasal dari Shanghai, China, dan negara Asia lainnya, dapat dengan mudah mengungguli mata pelajaran yang diujikan dibandingkan negara OECD lainnya.

Hal ini juga terbukti dalam hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang dilakukan oleh OECD. Hasil survei tersebut menunjukkan siswa yang berasal dari Beijing, Shanghai, Jiangsu dan Zhejiang (China) memiliki kemampuan literatur, matematika, dan sains yang melampaui 79 negara anggota OECD lainnya. 

Peringkat tersebut kemudian disusul oleh Singapura, Makau (China), Hong Kong (China), dan Taiwan, yang mana peringkat rata-rata tersebut menunjukkan bahwa siswa-siswa yang berasal di Asia lebih mengungguli siswa dari negara-negara lainnya.

Baca Juga: Mengenal Assistive Technology, Alat Bantu Belajar untuk Murid dengan Disabilitas

Apa Alasan di Balik Hasil Mencengangkan Tersebut? 

Berdasarkan hasil penelitian hasil belajar siswa Asia tersebut, ada banyak faktor yang melatarbelakangi siswa-siswa asal Asia dapat berprestasi dengan baik di sekolahnya. Salah satunya adalah dorongan orang tua dan keluarga. 

Kebanyakan orang tua, khususnya orang tua dari China, cenderung banyak mendorong anak-anak mereka untuk sukses dalam pendidikan. Selain itu, mereka juga memiliki harapan sangat tinggi terhadap anak-anak mereka. 

Hal ini juga diungkapkan oleh Jessie, seorang siswi berusia 18 tahun yang berasal dari Hong Kong dan bersekolah di Watford Grammar School untuk anak-anak perempuan. Menurutnya, alasan kebanyakan orang tua Asia mendorong anaknya mungkin karena mereka tidak memiliki kesempatan yang sama seperti anak-anak saat ini, dan mereka ingin anak-anaknya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kemudian menurut Becky Francis, direktur pendidikan di Royal Society of Arts dan salah satu peneliti, alasan mengapa siswa asal China lebih unggul disebabkan oleh keluarga yang memandang pendidikan secara serius sebagai pilar fundamental identitas Tionghoa mereka. Selain itu, pendidikan juga menjadi cara untuk membedakan diri mereka, tidak hanya dalam kelompok mereka sendiri, tetapi dari kelompok etnis lainnya juga. 

Di sisi lain, Amy Chua dalam bukunya yang berjudul “Battle Hymn dari The Tiger Mother” juga mengungkapkan bahwa orang tua Tionghoa memusatkan perhatian mereka pada gaya pengasuhan yang mempromosikan prestasi pada anak-anak etnis Tionghoa. Di mana komitmen keluarga terhadap pendidikan sangatlah kuat.

Sementara itu, menurut Ramesh Kapadia, profesor tamu di Institut Pendidikan Universitas London, dalam masyarakat China terdapat penekanan pada latihan yang akan membantu memotivasi mereka.  Anak-anak Tionghoa akan diberitahu bahwa ‘Jika ingin belajar sesuatu, maka berlatihlah, berlatih ban berlatihlah lagi dan kamu akan menjadi lebih baik’.

Baca Juga: Chrome Education Upgrade License & Acer Chromebook, Solusi Tepat Transformasi Digital Dunia Pendidikan

Pelajaran Apa yang Bisa Dipetik untuk Murid Indonesia?

Dari pembahasan mengenai hasil penelitian hasil belajar siswa Asia di Inggris dapat mengetahui bahwa keberhasilan prestasi murid asal Asia, khususnya mereka yang beretnis Tionghoa, menjadi satu fenomena yang dapat dijadikan pelajaran berharga demi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Pelajaran yang dapat dipetik dari keberhasilan akademik siswa Asia di Inggris adalah dorongan orang tua dan keluarga, serta penekanan pada latihan yang dapat membantu memotivasi anak-anak muda dalam meraih kesuksesan.

Orang tua dan keluarga perlu memberikan dorongan positif kepada anak-anak mereka agar dapat meraih kesuksesan dalam pendidikan. Ini karena dukungan keluarga yang positif dapat mendorong keinginan anak-anak untuk dapat meningkatkan keberhasilan pendidikan mereka.

Selain itu, semua pihak baik itu murid, orang tua, keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, harus memandang pendidikan secara serius sebagai pilar fundamental selayaknya budaya dan nilai yang dipegang teguh oleh orang-orang dengan etnis Tionghoa.

Di sisi lain, motivasi dan penekanan pada latihan juga perlu diperhatikan untuk dapat membantu anak-anak menjadi lebih semangat dalam belajar dan mencapai tujuan pendidikan mereka. Ini juga berkaitan dengan ungkapan ‘bisa karena terbiasa’. 

Anak-anak muda Indonesia juga akan mampu meraih kesuksesan dalam pendidikan dan bidang lainnya, apabila terbiasa berlatih dan terus berlatih hingga mencapai tujuan yang mereka inginkan. Itu dia beberapa penjelasan mengenai hasil penelitian hasil belajar siswa yang dapat dipetik dari keunggulan siswa Asia di Inggris dalam meraih pendidikan yang berprestasi baik.