8 Aplikasi Video Conference untuk Proses Belajar Interaktif
Beranda / Edukasi / 8 Aplikasi Video Conference untuk Proses Belajar Interaktif
8 Aplikasi Video Conference untuk Proses Belajar Interaktif

8 Aplikasi Video Conference untuk Proses Belajar Interaktif

Aplikasi video conference mendukung proses pembelajaran online atau e-learning. Aplikasi tersebut jadi tool media pembelajaran alternatif, seperti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) maupun Blended Learning, sebagai pengganti pembelajaran tatap muka di kelas pada umumnya. 

Melalui video conference yang terkoneksi internet, memungkinkan guru dan murid melakukan interaksi meskipun tempatnya berjauhan dan tidak berada dalam satu tempat. Metode ini jadi pilihan di masa yang serba online, sekaligus menjadi solusi keamanan pada kondisi pandemi Covid-19.

Lalu, apa manfaat aplikasi tersebut untuk proses belajar mengajar? Apa saja rekomendasi aplikasi video conference untuk menunjang pembelajaran yang interaktif dan menarik?

Manfaat Aplikasi Video Conference

Aplikasi-video-conference-manfaat

Penggunaan video conference membawa guru dan murid ke dunia baru. Hal ini tentunya memudahkan kolaborasi dengan sekolah-sekolah atau narasumber pendidikan di mana saja, tanpa biaya dan waktu yang banyak. Bahkan, bisa berkomunikasi dengan murid sekolah lain atau berinteraksi face to face dengan para ahli di seluruh dunia.

Konferensi video juga memungkinkan murid belajar tanpa habis. Bagi murid yang tinggal di tempat yang jauh, tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk ke sekolah. Murid dapat belajar pengetahuan baru dengan sekolah virtual tanpa pergi keluar. Video conference juga memiliki fitur perekaman dan penyimpanan. Yang artinya, murid dapat mengakses materi belajar kapanpun, tanpa habis, dan tanpa takut ketinggalan pelajaran.

Metode ini juga memungkinkan Out-of-Class Learning menjadi lebih mudah. Misalnya, ketika pembelajaran berakhir, guru atau murid yang ingin memperkaya diri bisa mengikuti kelas online lain di luar materi sekolah dengan fleksibel.

Baca juga: Mengenal Pembelajaran Blended Learning, Seperti Apa?

Rekomendasi Daftar Aplikasi Video Conference

Berbagai aplikasi video conference muncul dan mendadak tren digunakan saat masa pandemi. Setiap aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran online bagi guru dan murid. Daftar aplikasi ini ada yang gratis ada juga yang berbayar. Langsung saja simak daftarnya di bawah ini.

1. Zoom

aplikasi-video-conference-zoom

Zoom menjadi aplikasi video conference yang paling populer digunakan. Aplikasi ini memungkinkan guru dan murid berbagi layar dan berkomunikasi via grup obrolan. Selain itu, juga ada fitur unlimited record dan transkrip. Menariknya, pengguna juga bisa mengganti background dengan tema apapun yang membuat kelas online semakin menarik.

Zoom menyediakan layanan gratis dan berbayar. Di layanan gratis ini, Zoom bisa menampung 100 pengguna dengan batasan durasi 40 menit. Sementara, untuk yang berbayar, Zoom bisa menampung hingga 1000 partisipan dalam satu waktu. Zoom juga terintegrasi dengan Google Calendar, Ms. Outlook, Google Drive, Dropbox, Facebook, Zapier, dan iCal yang tentunya proses belajar makin produktif. 

Kelemahannya, versi gratis hanya 40 menit dan ada isu keamanan sistem yang dikenal dengan istilah Zoombombing, yakni aksi penyusupan dan pembajakan di tengah meeting yang dilakukan lewat aplikasi Zoom.

2. Google Meet

aplikasi-video-conference-google-meet

Google Meet bisa jadi pilihan jika Anda mencari aplikasi yang sederhana dan mudah digunakan untuk proses belajar online. Aplikasi video conference gratis dari Google ini bisa digunakan melalui smartphone dan browser, tanpa perlu install aplikasi. Google Meet terintegrasi dengan berbagai aplikasi dari Google, seperti Gmail, Google Calendar, Drive, Google Docs, Spreadsheet, Slide, Google Form, dan Cloud Search.

Dengan maksimal 300 pengguna dalam satu pertemuan, Anda bisa memanfaatkan fitur merekam video meeting dan otomatis tersimpan di Google Drive, sekaligus mendapatkan subtitle-nya. Soal keamanan, terdapat fitur Access PIN sebagai sistem untuk mengamankan data pengguna, lho! 

Kelemahannya, belum adanya fitur hemat data dan tentu perlu jaringan internet stabil. Layanan ini memang gratis, tapi untuk melakukan kelas daring di Google Meet dengan layanan lengkap, Anda harus mengeluarkan biaya tambahan.

3. Google Classroom

Google Classroom terintegrasi dengan Drive, Google Calendar, Form, Jamboard, Hangouts Meet, Docs, Sheets, Slide, dan Gmail yang bisa dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Aplikasi gratis belajar online untuk guru dan murid ini juga hadir dalam versi seluler. 

Google Classroom memungkinkan proses belajar menjadi lebih produktif, seperti membuat kelas, kolaborasi, dan komunikasi antara guru dan murid dalam satu tempat. Untuk menggunakannya, guru dan murid harus memiliki akun Google agar saling terhubung.

Cara menggunakannya mudah, masuk ke aplikasi Google Classroom atau akses lewat https://classroom.google.com/ di laptop/PC. Klik Get Started, dan pilih alamat surel (email) Google yang ingin digunakan. Klik tanda plus (+) di pojok kanan. Untuk murid, jika ingin untuk bergabung di salah satu kelas, pilih Join Class. Sementara untuk guru, bisa pilih Create Class untuk membuat kelas.

Baca juga: Peran Perpustakaan Digital untuk Pendidikan Modern

4. CyberLink U Meeting

Dalam versi gratisnya, CyberLink U Meeting dapat melakukan video conference dengan kapasitas 25 pengguna dengan durasi 30 menit. Sementara versi berbayarnya bisa menampung maksimal 100 pengguna. Menariknya, setiap user dapat merekam video.

Terdapat fitur Real Time interaction dengan live notes yang memungkinkan guru berbagi tampilan whiteboard mode. Fitur ini memudahkan guru dalam menjelaskan materi, khususnya yang berhubungan dengan angka atau rumus. Terintegrasi pula dengan Ms. Outlook dan Google Calendar.

Setiap komunikasi di aplikasi ini terenkripsi dengan (E2EE). Selain itu, ada fitur Perfect Cam yang bisa membuat pengguna mengedit tampilan wajah di video. Kelemahannya, kualitas video rekaman yang kurang baik dan harga cukup mahal.

5. Cisco Webex

Cisco Webex merupakan aplikasi video conference dengan sistem keamanan paling mumpuni yang bisa digunakan secara gratis atau berbayar. Keamanan end-to-end encryption yang ada memungkinkan data dan percakapan yang berpindah dari satu orang ke orang lain sulit untuk disadap oleh pihak ketiga.

Selain untuk video conference, guru dan murid juga bisa berkomunikasi via pesan, berbagi file dan media, serta terhubung dengan cloud storage. Aplikasi dengan maksimal pengguna 100 orang ini juga Ms. Outlook, Google Drive, Gmail,  GitHub, Office365, dan Salesforce. Sayangnya, kelemahan aplikasi ini adalah kualitas audio kurang bagus.

6. Bluejeans

Sementara jika Anda butuh kualitas audio yang bagus, aplikasi Bluejeans bisa jadi salah satu jawabannya, karena terkenal dengan kejernihan audionya berkat sistem Dolby Voice. Aplikasi ini cocok digunakan dalam proses belajar yang berhubungan dengan musik. Guru dan murid bisa mendengarkan audio yang terdengar jernih dan jelas, sekaligus menonton video dengan kualitas HD. Bluejeans versi gratis maupun berbayar sama bagusnya saat digunakan.

Berkapasitas maksimal 75 orang, aplikasi ini terintegrasi dengan Ms. Outlook, Ms. Office, dan Slack. Soal keamanan, terdapat sistem data terenkripsi dengan AES 128 encryption, lock meeting, dan participant passcode. Sementara kelemahannya, aplikasi ini tidak bisa sharing dokumen.

7. Fitur Video Conference Jelajah Ilmu

Jelajah Ilmu merupakan situs belajar dalam bentuk Learning Management System (LMS) dari Acer yang menggabungkan standard international mySecondTeacher, diadopsi ke bahasa dan kurikulum Indonesia. Dalam Jelajah Ilmu, terdapat fitur video conference yang bisa menciptakan suasana belajar jadi menyenangkan, intuitif, dan menarik.

Jelajah Ilmu disesuaikan untuk kebutuhan murid, guru, dan orang tua. Guru dengan mudah merancang, menjadwalkan, dan melakukan pelajaran kelas berbasis siaran langsung berbasis teks maupun video melalui fitur video conference atau bisa juga direkam terlebih dahulu sehingga dapat ditinjau sebelumnya oleh murid.

Selain fitur video conference, Jelajah Ilmu juga terhubung dengan berbagai sumber belajar mengajar, seperti eTextbooks, eWorkbooks, eTeachersGuides, eTestpapers, dan masih banyak lagi.

8. Join.me

Aplikasi Join.me bisa menampung 250 orang. Menariknya, ada fitur Mobile Whiteboarding yang memudahkan guru menjelaskan materi layaknya corat-coret di atas papan tulis. Fitur ini semacam whiteboard virtual di layar ponsel yang bisa dicorat-coret untuk keperluan mengajar. Dilengkapi juga tools seperti pen, eraser, icon, dan line and shapes.

Di aplikasi ini juga bisa custom meeting link sesuka Anda. Mengubah link meeting akan memudahkan guru dan murid dalam pengadaan kelas online agar tidak tertukar atau salah masuk kelas. Ada juga sistem keamanan data seperti akun bank dan sistem 256-bit TLS encryption. Sayangnya, bagi yang ingin merekam video meeting, cukup sulit dilakukan dan kualitas audio juga kurang bagus.

Baca juga: 6 Karakteristik Kelas Online Interaktif, Seperti Apa?

Era baru perkembangan teknologi dan informasi yang dahsyat ini berdampak pada bidang pendidikan. Maka dari itu, harus dimanfaatkan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran yang interaktif di kondisi apapun, kapanpun, dan dimanapun dengan aplikasi video conference. Penggunaan teknologi video conference menjadi solusi ideal untuk sekolah-sekolah modern saat ini.