Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas
Beranda / Berita Teknologi / Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas

Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas

Salah satu upaya peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara berkesinambungan. Penelitian tindakan kelas sendiri adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas menggunakan suatu tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar diperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. 

Penelitian tindakan kelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena Anda harus bisa mengimplementasikan tindakan beserta variabel yang sudah dirancang untuk mencapai hasil yang dikehendaki. Artinya, penelitian tindakan kelas tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Karena bersifat penelitian, maka hasil yang Anda dapatkan melalui penelitian tindakan kelas ini bisa dipublikasikan menjadi jurnal ilmiah dalam konteks pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Penelitian tindakan kelas dapat memberikan banyak manfaat. Diantaranya:

  1. Pengembangan kompetensi guru dalam menyelesaikan masalah pembelajaran mencakup kualitas isi, efisiensi, dan efektivitas pembelajaran, proses, dan hasil belajar siswa.
  2. Peningkatan kemampuan pembelajaran akan berdampak pada peningkatan kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional guru.
  3. Bisa menjadi cara guru untuk mengorganisasikan pembelajaran berdasarkan pengalamannya sendiri atau pengalamannya berkolaborasi dengan guru lain.
  4. Meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi.
  5. Meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar di kelas melalui penerapan reward dan punishment.
  6. Meningkatkan kinerja kepala sekolah dalam menyusun rencana pengembangan sekolah melalui workshop.

Metode Penelitian Tindakan Kelas

Terdapat empat model penelitian tindakan kelas yang bisa Anda terapkan, yaitu sebagai berikut.

  1. Model Penelitian Tindakan Kelas Kurt Lewin

Model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin merupakan model penelitian tindakan kelas yang pertama kali ada. Model penelitian tindakan kelas ini dikenalkan oleh Psikolog Sosial asal Jerman, yaitu Kurt Lewin. Komponen pokok yang dilakukan pada Model PTK Kurt Lewin meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

  1. Model penelitian tindakan kelas Kemmis & McTaggart

Model penelitian tindakan kelas ini dikembangkan dari model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin. Namun, pada model penelitian tindakan kelas Kemmis & McTaggart, komponen tindakan dan pengamatan menjadi satu kesatuan.

  1. Model penelitian tindakan kelas John Elliot

Model penelitian tindakan kelas John Elliot juga dikembangkan atas dasar Model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin. Hanya saja, pada Model penelitian tindakan kelas John Elliot setiap komponen tindakan memuat beberapa langkah, misalnya langkah 1, 2, 3, dan seterusnya. Hal itu mengacu pada banyaknya pokok bahasan di setiap mata pelajaran.

  1. Model penelitian tindakan kelas Hopkins

Pengembangan Model penelitian tindakan kelas Hopkins tidak bisa dilepaskan dari model penelitian tindakan kelas pendahulunya. Namun demikian, Hopkin berhasil menyusun model penelitian tindakan kelas nya sendiri, yaitu sebagai berikut: Start – audit – perencanaan konstruk – perencanaan tindakan – implementasi dan evaluasi.

Contoh Penelitian Tindakan Kelas

Salah satu keberhasilan guru dalam mengajar siswanya dapat dilihat melalui nilai-nilai yang dimilikinya. Semakin banyak siswa yang dapat melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka semakin besar pula tingkat keberhasilan guru dalam mengajar. Ini berlaku untuk semua mata pelajaran. Contohnya adalah sebagai berikut.

Sebagai contoh, guru A mengajar Matematika di SMP B kelas VII, dari hasil penilaian tengah semester rata-rata nilai Matematika di kelas VII C hanya 6,0. Sedangkan KKM yang diharapkan adalah 7,5. Dari 30 siswa kelas VII C, hanya 5 anak yang berhasil mendapatkan nilai diatas 7,5.

Dari kondisi ini tentu saja ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Sebagai guru yang mengajar mata pelajaran terkait, guru A tidak bisa tinggal diam.

Guru A harus melakukan berbagai tindakan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas VII C. Tindakan ini dapat berupa penerapan media pembelajaran seperti visualisasi, permainan, alat peraga, dan sebagainya.

Melihat banyak manfaat dari melakukan penelitian tindakan kelas, maka Anda yang belum menerapkannya dalam kelas, bisa mulai menerapkannya dan mulai merasakan manfaatnya.