10 Pekerjaan Baru yang Muncul Hanya di Era Digital
Beranda / Berita Teknologi / 10 Pekerjaan Baru yang Muncul Hanya di Era Digital

10 Pekerjaan Baru yang Muncul Hanya di Era Digital

0
Pekerjaan Baru yang Muncul Hanya di Era Digital

Era digital telah mendorong perubahan terhadap tren permintaan pekerjaan. Karena ini pula, banyak perusahaan fokus mengedepankan pemanfaatan teknologi dan data untuk mencapai tujuannya. Pekerjaan yang mengedepankan data dan teknologi pun menunjukkan tren permintaan naik dan diperkirakan akan semakin banyak di masa depan. Apa saja pekerjaan yang muncul di era digital seperti saat ini? Berikut daftarnya:

1. Streamer

Streamer Twitch asal Taiwan sempat membuat heboh. Pasalnya, hanya dengan tidur selama lima jam, ia sukses mendapatkan uang sebanyak Rp 42 juta. Tapi apa itu streamer? Streamer adalah seseorang yang merekam diri mereka sendiri bermain game kepada para penonton langsung secara online. Praktik ini menjadi populer pada pertengahan 2010 di situs-situs seperti Twitch kemudian berkembang ke, YouTube, Facebook dan berbagai layanan lainnya.

2. Buzzer 

Buzzer secara bahasa artinya “pendengung”. Buzzer sudah diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai salah satu mata pencaharian untuk mendulang uang di era digital. Buzzer biasanya memiliki follower di facebook atau instagram sampai ratusan ribu bahkan jutaan. Dengan jumlah follower yang banyak itu, pemilik akun Twitter, Facebook, atau Instagram akan bisa menerima banyak tawaran endorsement. 

3. Reviewer

Reviewer adalah orang yang secara khusus bertugas mengulas sebuah produk. Namun, perbedaan terletak pada pemanfaatan layanannya.  Jika sebelumnya medium periklanan dan pemasaran hanya menggunakan papan berbayar (billboard) dan televisi, maka reviewer mampu memanfaatkan layanan lain, salah satunya media sosial. Siapa pun bisa berprofesi sebagai reviewer. Kualifikasi yang diperlukan dalam profesi ini bergantung dari pengetahuan produk yang dikuasai, sudut pandang, dan nilai informasi yang terkandung. Profesi reviewer mampu menjadi sumber informasi konsumen terhadap produk yang hendak dibelinya.  Oleh sebab itu, profesi ini memerlukan kreativitas, imajinasi dan pengetahuan yang mumpuni akan produk yang hendak ditinjau.

4. Social Media Specialist

Dikenal juga dengan istilah Social Media Manager atau Social Media Admin, social media strategist bertanggung jawab dalam pemilihan konten dan menaikkan minat pembaca dengan cara membagikan konten dari perusahaan ke media sosial. Social media strategist juga harus memantau apa yang sedang terjadi di media sosial saat ini. Biasanya pekerjaan ini juga akan membuat branding atau mengiklankan suatu brand dari perusahaan. 

5. Atlet esports

Bermain game saat ini bisa mendatangkan banyak peluang baru. Pasalnya, e-sports telah menjadi cabang olahraga baru. Para atlet esports ini bukan hanya bermain game untuk kesenangan, namun juga membawa keahliannya ke kancah internasional dengan menghadapi lawan dari seluruh dunia dan memenangi hadiah. 

6. Data Scientist/Data Analyst

Era digital adalah era “data besar” (big data). Data yang sangat banyak di internet ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik ekonomi (bisnis) maupun politik. Dibutuhkan seorang data scientist atau data analyst (analis data) yang berperan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan perilaku pengguna internet.  Data yang tepat dan lengkap ditambah ketelitian seorang data scientist adalah resep rahasia untuk memahami para konsumen dan peluang yang bisa didapatkan darinya.

7. SEO Specialist/SEO Manager

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization atau pengoptimalan mesin pencari. SEO dibutuhkan agar sebuah website mudah ditemukan, diindeks, dan mendapatkan peringkat atas di halaman hasil pencarian Google. SEO yang diterapkan dengan baik akan menjadikan sebuah web banyak pengunjung. Jumlah kunjungan berdampak pada popularitas, pengaruh, dan akhirnya mendatangkan uang. SEO Manager bertugas mengatur kata kunci yang nantinya bisa menaikkan traffic dari sebuah website. Kemudian ia juga akan membuat strategi pemasaran, tautan (link), dan sebagainya.

8. UI/UX Manager

UI/UX Manager dibutuhkan banyak perusahaan saat ini. UI/UX Manager lebih fokus dalam mendesain antar muka dalam sebuah web atau smartphone. Mereka akan mendesain antarmuka ini untuk menarik para pengguna web atau smartphone. 

9. Technopreneur

Technopreneur atau teknopreneur adalah wirausaha berbasis teknologi, dalam hal ini teknologi internet. Blogger dan Youtuber sebenarnya termasuk teknopreneur. Demikian pula pendiri startup dan bisnis online dengan memanfaatkan website dan aplikasi.

10. Affiliate marketing atau pemasaran afiliasi

Affiliate marketing adalah proses penawaran atau promosi produk menggunakan jasa afiliasi profesional. Metode marketing ini berguna untuk penjual yang enggan melakukan pemasaran sendiri karena proses yang rumit. Salah satu contohnya adalah perusahaan kosmetik. Akan sulit bagi mereka untuk menghasilkan penjualan hanya dari proses marketing perusahaan sendiri. Mereka membutuhkan afiliasi untuk menawarkan produknya kepada konsumen yang sesuai target pasar.  Nah, lewat penawaran produk atau jasa, para afiliasi akan mendapat untung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.